Komisi IV DPRD Samarinda Minta Pemkot Antisipasi Masalah SPMB dan Jaga Kualitas Pendidikan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie
SAMARINDA, sudutkata.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar terus menjaga kualitas layanan dasar, khususnya di sektor pendidikan, menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Saat dikonfirmasi awak media, Novan menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif meskipun aspirasi masyarakat yang masuk saat ini tidak terlalu banyak. Menurutnya, fokus utama Komisi IV adalah memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi proses penerimaan siswa baru agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Rabu (6/5/2026)
“Dalam waktu dekat ini kan penerimaan murid baru. Nah itu yang terpenting, bagaimana kesiapan pemerintah. Jangan sampai menimbulkan keresahan seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut mencontohkan, pada tahun lalu sempat terjadi kesalahpahaman terkait penjualan seragam sekolah di koperasi yang dinilai berada di atas harga standar pasar. Hal tersebut, kata dia, sudah menjadi perhatian dan diharapkan tidak terulang kembali.
“Hal-hal seperti itu sudah kita antisipasi. Intinya kita ingin proses berjalan baik dan tidak memberatkan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Novan juga mengapresiasi langkah pemerintah kota yang dinilai tetap mampu menjaga kualitas program pendidikan meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menilai tidak ada pengurangan signifikan terhadap fasilitas penunjang seperti Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
“Contohnya LKPD tetap tersedia, tidak ada pengurangan meskipun ada efisiensi. Ini menunjukkan pemerintah tetap berkomitmen pada sektor pendidikan,” jelasnya.
Terkait jumlah calon peserta didik baru tingkat SMP, Novan menyebutkan diperkirakan mencapai lebih dari 13 ribu siswa. Ia memastikan bahwa daya tampung sekolah di Samarinda telah dipersiapkan untuk mengakomodasi jumlah tersebut.
“Sekitar 13 ribu lebih calon siswa SMP. Insyaallah tertampung, karena itu sudah menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem zonasi dalam SPMB masih akan diterapkan, mengingat hal tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat yang harus dijalankan oleh daerah.
Di akhir pernyataannya, Novan berpesan kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti prosedur yang berlaku dalam proses penerimaan siswa baru. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
“Harapan kami, masyarakat tetap mengikuti aturan yang ada dan tidak mudah terpancing isu. Pemerintah sudah berupaya maksimal agar semuanya berjalan baik,” tutupnya. (mifa)
