SAMARINDA, sudutkata.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Elnatan Pasambe, mendesak pemerintah kota untuk segera memperluas jangkauan program edukasi literasi digital bagi generasi muda. Menurut dia, kecakapan digital di era serba daring saat ini sudah menjadi kebutuhan primer yang urgensinya setara dengan kemampuan membaca dan menulis konvensional.
Elnatan menilai, tanpa benteng literasi yang kokoh, percepatan teknologi informasi justru berpotensi menyeret para pelajar ke dalam arus negatif ruang siber. Karena itu, pembekalan literasi digital dinilai tidak boleh lagi ditunda.
“Literasi digital bukan cuma soal bisa pakai gadget atau main media sosial. Yang lebih penting adalah kecakapan menyaring informasi, membedakan hoaks dari fakta, dan menjaga etika di ruang digital,” ujar Elnatan di Samarinda, Kamis, 18/06/2026.
Bukan Sekadar Hiburan
Politikus Samarinda ini menekankan pentingnya menggeser paradigma berpikir para pelajar dalam menggunakan teknologi. Alih-alih sekadar menjadikannya sebagai media hiburan, gawai dan internet harus dioptimalkan untuk aktivitas yang produktif dan bernilai tambah.
Elnatan mendorong anak muda untuk mengeksplorasi platform edukasi, membangun portofolio digital sejak dini, hingga memproduksi konten-konten kreatif.
“Pelajar harus diarahkan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat produktif, bukan sekadar hiburan,” kata Elnatan menambahkan.
Sasar Komunitas Nonformal dan Pesantren
Agar dampaknya terasa masif, Elnatan menyarankan agar program edukasi ini tidak hanya berputar di lingkungan sekolah formal. Pemerintah daerah diminta merangkul basis komunitas yang lebih akar rumput, seperti karang taruna, sanggar belajar, hingga pondok pesantren.
Langkah perluasan ini dianggap krusial sebagai investasi jangka panjang guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) Samarinda di kancah global. Selain itu, literasi yang merata diyakini mampu memitigasi risiko perundungan siber (cyberbullying), kebocoran data pribadi, dan paparan konten negatif.(In)






