SAMARINDA, sudutkata.com – Anggota DPRD Kota Samarinda M. Andriansyah mendorong Pemerintah Kota Samarinda mulai mengembangkan transportasi sungai sebagai moda angkutan umum. Menurut dia, keberadaan Sungai Mahakam selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di jalan raya.
Politikus Partai Demokrat itu mengatakan transportasi sungai tidak hanya dapat memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata di Kota Tepian.
“Kita belum memanfaatkan potensi sungai sebagai sarana wisata maupun transportasi. Memang kita tidak punya arung jeram, tetapi untuk transportasi menyusuri sungai sangat memungkinkan,” kata Andriansyah saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Selasa.
Ia mengungkapkan akan mengusulkan kepada Dinas Perhubungan Kota Samarinda agar mulai menyusun kajian dan rencana pengembangan angkutan sungai sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan.
“Ke depan kami juga akan mengusulkan kepada Dinas Perhubungan agar menyusun rencana transportasi sungai untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan,” ujarnya.
Menurut Andriansyah, sejumlah lintasan dinilai layak dijadikan rute awal transportasi sungai. Di antaranya jalur Sungai Dama atau Jembatan 2 menuju Pasar Segiri, serta rute dari Loa Bakung menuju kawasan Big Mall melalui Sungai Mahakam.
Ia membayangkan masyarakat cukup memarkir kendaraan di sekitar dermaga, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kapal menuju pusat aktivitas di tengah kota. Skema tersebut, kata dia, dapat mengurangi volume kendaraan yang masuk ke kawasan perkotaan.
Namun, Andriansyah menilai keberhasilan transportasi sungai tidak hanya bergantung pada penyediaan armada. Pemerintah juga harus menghadirkan layanan yang nyaman agar masyarakat tertarik beralih dari kendaraan pribadi.
“Artinya kapalnya harus dibuat lebih bagus, interiornya diperindah. Bahkan kalau memungkinkan ada fasilitas seperti coffee shop di dalam kapal, sehingga penumpang tidak merasa jenuh selama perjalanan,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar pengembangan transportasi sungai diintegrasikan dengan penataan kawasan pusat kota, termasuk pembatasan kendaraan pada akhir pekan. Menurut dia, kebijakan tersebut dapat mendukung pelaksanaan Car Free Night sekaligus meningkatkan aktivitas masyarakat di kawasan Tepian Mahakam dan Teras Samarinda.
“Kalau kawasan pusat kota semakin ramah pejalan kaki dan transportasi sungai sudah tersedia, masyarakat akan memiliki pilihan mobilitas yang lebih nyaman sekaligus menikmati wajah Sungai Mahakam sebagai ikon Samarinda,” pungkasnya. (In)






