SAMARINDA, sudutkata.com – Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layar Indonesia Regatta II 2026 di Indonesia National Sailing Centre (INSC), Ancol, Jakarta Utara. Dari 16 atlet yang diturunkan, Kaltim membawa pulang 10 medali.
Raihan itu terdiri atas lima medali emas, empat perak, dan satu perunggu. Hasil tersebut kembali menegaskan posisi Kaltim sebagai salah satu kekuatan utama olahraga layar nasional.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim, Teddy Abbay, mengatakan hasil tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan atlet layar di daerah.
“Alhamdulillah, kita juara umum. Atlet-atlet kita mampu kembali mencetak prestasi,” kata Teddy, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Teddy, sebagian besar atlet yang tampil di Ancol merupakan lapis utama yang diproyeksikan memperkuat Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Ia berharap performa tersebut terus meningkat hingga pelaksanaan PON. “Kami optimis atlet-atlet ini nantinya bisa menyumbangkan lebih banyak medali emas untuk Benua Etam,” ujarnya.
Lima emas Kaltim masing-masing diperoleh dari nomor Optimist Green Open, International 420 Men, International 420 Women, International 470 Mix, dan ILCA 4 Women.
Abdul Habibi dari Berau menjadi penyumbang emas pertama melalui nomor Optimist Green Open. Emas berikutnya diraih pasangan Muhammad Adhit dari Berau dan Andi Muhammad Faruq dari Samarinda pada nomor International 420 Men.
Pada nomor International 420 Women, pasangan Alya dan Hafizhah Ramadhani Hapid, yang keduanya berasal dari Berau, juga berhasil finis sebagai yang terbaik.
Medali emas keempat datang dari nomor International 470 Mix melalui Dia Tri Utami dari Kutai Timur dan Nugie Triwira dari Balikpapan. Adelia Maisya Adha dari Kutai Timur kemudian melengkapi koleksi emas Kaltim lewat nomor ILCA 4 Women.
Empat medali perak disumbangkan Dwi Anisa Aprilia pada Optimist Women, Rivandi pada ILCA 6 Men, Roy Zulfadli Bahri pada IQ Foil Men, serta Aulia Jumata Savani pada Techno 293 Plus Women.
Sementara satu-satunya medali perunggu diraih Sarmila dari Berau pada nomor ILCA 6 Women.
Kejurnas Layar Indonesia Regatta II 2026 dibuka pada 21 Agustus 2026. Kompetisi yang digelar Pengurus Besar Porlasi itu diikuti lebih dari 90 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta mancanegara, antara lain Singapura dan Inggris.
Pertandingan terbagi dalam dua kategori utama, yakni Dinghy dan Windsurfing. Kategori Dinghy mempertandingkan 11 nomor dengan sekitar 70 atlet, sedangkan Windsurfing terdiri atas enam nomor yang diikuti sekitar 20 atlet.
Ajang tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan atlet secara berkelanjutan. Selain menjadi tolok ukur prestasi nasional, kompetisi ini diproyeksikan untuk mempersiapkan atlet menghadapi sejumlah kejuaraan multi-event, termasuk SEA Games.
Bagi Kaltim, keberhasilan di Ancol bukan hasil yang datang tiba-tiba. Pembinaan atlet layar selama ini salah satunya berpusat di Tanjung Batu, Kabupaten Berau.
Pada Kejurnas Junior Indonesia Regatta 1 Series 1 pada Mei 2025, tim junior Kaltim yang diperkuat delapan atlet meraih tujuh medali, yakni dua emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Setahun sebelumnya, Kaltim juga mengunci gelar juara umum pada Kejurnas Layar & Indonesia Open 2024. Sejumlah atlet yang mencatat prestasi dalam ajang itu antara lain Adelia Maisya Adha, Ahmad Risno, Devi Arpianti, Della Fatriyani, M. Haikal, serta pasangan Sarmila dan Cintia Laura Kirana.
Raihan 10 medali di Ancol menjadi tambahan catatan bagi pembinaan olahraga layar Kaltim. Lima emas yang diperoleh dari sejumlah nomor menunjukkan bahwa kekuatan tim tidak bertumpu pada satu kelas pertandingan saja. (*)






