SAMARINDA, sudutkata.com – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Celni Pita Sari menegaskan pengawasan proyek infrastruktur akan diperketat. DPRD tidak ingin pembangunan yang menggunakan uang negara menghasilkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis.
Celni mengatakan pengawasan terhadap pembangunan akan dilakukan melalui sejumlah mekanisme, mulai dari rapat kerja dengan organisasi perangkat daerah hingga evaluasi berkala. DPRD juga akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya atau RAB.
“Kami tidak ingin lagi ada proyek yang asal jadi,” kata Celni, Selasa.
Menurut politikus NasDem itu, pemeriksaan di lapangan penting karena kualitas pekerjaan tidak cukup hanya dinilai dari laporan administratif. Kondisi fisik proyek harus sesuai dengan dokumen perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
“Tim komisi akan turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Celni mengatakan DPRD akan meminta pertanggungjawaban apabila menemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Bahkan, ia menegaskan pekerjaan yang bermasalah dapat diminta untuk diperbaiki atau dibongkar.
“Kalau tidak sesuai spek, kami minta bongkar,” kata dia.
Ia menilai pengawasan tersebut penting karena proyek infrastruktur menggunakan anggaran publik. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap pekerjaan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Ini uang rakyat, jadi harus kembali kepada rakyat dalam bentuk infrastruktur yang layak,” ujarnya.
Celni mengatakan persoalan infrastruktur yang disampaikan masyarakat melalui reses dan kunjungan lapangan masih beragam. Kerusakan jalan lingkungan, persoalan drainase, turap jebol, hingga kawasan yang menjadi langganan banjir menjadi bagian dari pekerjaan yang perlu mendapat perhatian.
Menurut dia, percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas. Pemerintah kota harus memastikan pekerjaan yang telah dianggarkan benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan dan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Celni menilai pembangunan infrastruktur yang berkualitas juga akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang memadai, kata dia, pada akhirnya berkaitan dengan kemudahan warga mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai aktivitas sehari-hari. (In)






