SAMARINDA, sudutkata.com – Kebersihan lingkungan dinilai sebagai salah satu faktor penting dalam menciptakan kota yang sehat dan layak huni. Namun, keberhasilannya tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat di tingkat paling bawah.
Anggota DPRD Kota Samarinda DPRD Kota Samarinda, Sinar Alam, menekankan bahwa penguatan program kebersihan harus dimulai dari Rukun Tetangga (RT) sebagai unit sosial terdekat dengan warga. Ia menilai, pendekatan berbasis komunitas akan lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kalau budaya bersih tidak tumbuh dari rumah dan RT, maka program sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal,” kata Sinar Alam, Rabu.
Ia menambahkan, pembiasaan menjaga kebersihan sejak lingkungan kecil akan membentuk perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap kondisi lingkungan secara keseluruhan. Menurutnya, peran ketua RT dan tokoh masyarakat menjadi penting dalam menjaga konsistensi gerakan tersebut.
“Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan drainase, dan merawat fasilitas umum harus menjadi budaya bersama. Ini harus terus diingatkan dan dijalankan setiap hari, bukan hanya saat ada kegiatan tertentu,” ujarnya.
Selain itu, Sinar Alam juga mendorong keterlibatan warga dalam kegiatan gotong royong secara rutin sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Ia menilai, partisipasi aktif masyarakat akan berdampak langsung pada kualitas lingkungan perkotaan.
“Gotong royong jangan sampai hilang. Ini bukan hanya soal bersih-bersih, tetapi juga soal kebersamaan dan tanggung jawab sosial. Kalau ini berjalan, saya yakin kualitas lingkungan kita akan jauh lebih baik,” katanya.
Ia optimistis, dengan sinergi antarwarga dan penguatan peran RT, upaya menjaga kebersihan lingkungan di Samarinda dapat berjalan lebih efektif. DPRD, lanjutnya, juga akan terus mendorong dukungan anggaran untuk program berbasis masyarakat tersebut. (In)






