KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Pengaturan lalu lintas pada jam sibuk pagi di Kota Sangatta dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur (Dishub Kutim) dengan membagi personel sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebanyak 20 petugas disiagakan untuk membantu kelancaran arus kendaraan sekaligus mengawasi akses kendaraan pengangkut alat berat menuju kawasan perkotaan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kutim melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Zulkarnain, mengatakan pengaturan pagi menjadi kegiatan rutin untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya saat aktivitas pekerja dan pelajar berlangsung bersamaan.
“Kalau pagi sudah jelas kami untuk pengaturan lalu lintas, mengurai kemacetan berlalu lintas di jalan,” ujar Zulkarnain, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, kehadiran petugas di sejumlah titik diperlukan untuk menjaga kendaraan tetap bergerak ketika volume lalu lintas meningkat. Penempatan personel juga disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pada masing-masing lokasi.
Dari 20 personel yang disiapkan, empat di antaranya secara khusus ditempatkan pada akses masuk kendaraan alat berat. Penugasan tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan pengangkut alat berat tidak masuk dan melintas di kawasan perkotaan.
“Saya turunkan personel 20. Cuma sisanya, 20 itu tidak semua 20, tapi saya ambil empat orang untuk penjagaan pintu masuk alat berat,” jelasnya.
Sementara personel lainnya menjalankan pengaturan lalu lintas pada titik-titik yang membutuhkan kehadiran petugas. Pembagian tersebut memungkinkan pengawasan kendaraan berat tetap berjalan bersamaan dengan pengaturan arus kendaraan pada jam sibuk pagi.
Aktivitas pekerja dan pelajar yang meningkat pada pagi hari menjadi salah satu kondisi yang diperhitungkan dalam penempatan petugas. Dishub Kutim melakukan pengaturan untuk membantu mengurai kepadatan dan menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Penempatan petugas juga bersifat menyesuaikan situasi lapangan. Titik pengaturan dapat diarahkan sesuai kebutuhan sehingga keberadaan personel dapat difokuskan pada kawasan yang mengalami peningkatan arus kendaraan.
Pengaturan lalu lintas pagi di Sangatta menjadi bagian dari pelayanan rutin Dishub Kutim dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Sementara pengawasan kendaraan alat berat dilakukan sebagai fungsi tambahan yang tetap dijalankan melalui pembagian personel di pintu masuk kota.
“Dengan pola tersebut, pengaturan arus kendaraan dan pengawasan kendaraan berat dapat berjalan secara bersamaan tanpa mengesampingkan kebutuhan lalu lintas masyarakat pada jam aktivitas pagi,” tandasnya. (adv/Kutim/ra)



