SAMARINDA, sudutkata.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Medika Samarinda kembali menggelar turnamen futsal SMEDSA Cup 2026. Memasuki penyelenggaraan seri keenam, kompetisi yang berlangsung pada 9–15 Oktober 2026 ini menargetkan keikutsertaan hingga 200 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim)
Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, mengatakan turnamen tersebut merupakan agenda tahunan sekolah yang menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga futsal di kalangan pelajar.
Menurut dia, meskipun turnamen ini berpusat di Samarinda, peserta yang mendaftar berasal dari sejumlah daerah, seperti Bontang, Sangatta, Balikpapan, Penajam, Kutai Barat, hingga Kutai Kartanegara.
“Alhamdulillah, saat ini peserta sudah lumayan banyak. Kami masih menunggu sampai pelaksanaan technical meeting,” kata Mus Mulyadi, Jumat.
Turnamen ini mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs putra dan putri, hingga SMA/SMK/MA putra dan putri.
Mus mengatakan jumlah peserta biasanya dapat mencapai 200 tim hingga pelaksanaan technical meeting. Pertandingan berlangsung selama tujuh hari, mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 22.00 atau 22.30 Wita. Durasi kompetisi bahkan bisa bertambah dua hari apabila jumlah pertandingan meningkat.
Tuan rumah SMK Medika sendiri akan menurunkan tujuh tim. Enam tim di antaranya berlaga pada kategori putra dan satu tim pada kategori putri.
Seluruh pertandingan akan berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) SMK Medika, Jalan Padat Karya Nomor 46, Bengkuring, Samarinda.
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp35 juta untuk para pemenang. Berbeda dari turnamen yang umumnya hanya memberikan penghargaan hingga juara ketiga, SMEDSA Cup 2026 juga menyediakan penghargaan bagi tim yang menempati posisi keempat.
Mus mengatakan persaingan untuk mencapai babak semifinal diperkirakan berlangsung ketat mengingat banyaknya peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kami berharap peserta yang datang dari jauh juga tidak sia-sia. Kalau memang timnya mumpuni dan bisa menjadi juara, tentu ada hadiah yang bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Biaya pendaftaran dibedakan berdasarkan kategori. Untuk tingkat SD/MI sebesar Rp350 ribu, SMP/MTs putra Rp400 ribu, SMP/MTs putri Rp350 ribu, SMA/SMK/MA putra Rp450 ribu, dan SMA/SMK/MA putri Rp350 ribu.
Pendaftaran dibuka hingga 8 Oktober 2026. Peserta diwajibkan melampirkan surat keterangan aktif sekolah, rekomendasi sekolah, atau kartu pelajar.
Calon peserta dapat mendaftar melalui Kampus 1 SMK Medika di Jalan Padat Karya Nomor 46, Bengkuring, serta Kampus 2 di Jalan Langsat Nomor 1, Vorvo, Samarinda.
Panitia juga menyediakan nomor informasi dan pendaftaran melalui 0813 7444 2200 dan 0815 2268 9873.
Pembayaran biaya pendaftaran dapat dilakukan melalui rekening Bank Mandiri nomor 148 00 2647 717 atas nama Musmulyadi.
Sebelum pertandingan dimulai, panitia akan menggelar technical meeting pada 8 Oktober 2026 pukul 15.00 Wita di lantai 3 Mall Samarinda Square.
Lebih jauh, Mus menjelaskan, penyelenggaraan SMEDSA Cup series keenam ini bukan semata-mata untuk memperebutkan gelar juara dan hadiah. Turnamen ini juga menjadi sarana bagi pelajar untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka setelah menjalani latihan.
Melalui pertandingan, para pemain dapat mengetahui kekurangan maupun kelebihan timnya. Hasil pertandingan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan.
“Ketika kalah, berarti ada hal-hal yang harus diperbaiki. Ketika menang dan menjadi juara, bagaimana mempertahankan serta meningkatkan prestasi itu,” kata Mus.
Dia berharap kompetisi tersebut dapat mendorong pembinaan futsal pelajar di Samarinda dan Kalimantan Timur secara lebih luas.
Mus juga menargetkan prestasi tim SMK Medika dapat kembali berlanjut ke tingkat nasional. Sekolah tersebut, kata dia, pernah meraih prestasi pada kompetisi futsal tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta.
“Kami berharap Medika kembali mendapatkan juara sehingga nantinya bisa lolos kembali ke nasional seperti tahun-tahun sebelumnya,” tukas Mus Mulyadi.
Dalam penyelenggaraan kali ini, SMK Medika juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Mus berharap pembinaan futsal di sekolah tersebut dapat terus mendapat dukungan dari instansi terkait, termasuk melalui pembinaan Dispora Kaltim yang dipimpin pelaksana tugas kepala dinas, Rasman Rading. (Mifa)

