SAMARINDA, sudutkata.com, – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, resmi melantik sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di pendopo Odah Etam kantor Gubernur, Senin (29/6/2026). Pelantikan tersebut merupakan bagian dari implementasi sistem merit dan manajemen talenta dalam penataan birokrasi daerah.
Menurut Rudy, pengisian jabatan strategis ini tidak hanya bertujuan mengisi posisi yang kosong, tetapi juga untuk memperkuat efektivitas organisasi pemerintahan serta mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan pelantikan sembilan kepala dinas. Karena sistem yang digunakan berbasis merit dan manajemen talenta, kemungkinan bulan depan akan ada pelantikan lanjutan,” ujar Rudy kepada awak media usai prosesi pelantikan.
Ia menegaskan para pejabat yang baru dilantik tidak memerlukan waktu adaptasi yang panjang. Sebaliknya, mereka diminta segera bekerja dan mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, periode Juli hingga Agustus menjadi momentum penting bagi seluruh perangkat daerah untuk mengejar target-target pembangunan yang telah ditetapkan.
“Pejabat yang baru dilantik bukan untuk beradaptasi lagi, tetapi untuk berakselerasi. Pejabat sebelumnya harus melakukan transfer knowledge agar program yang berjalan bisa langsung dilanjutkan dan dipercepat,” katanya.
Rudy menjelaskan proses alih pengetahuan dari pejabat lama kepada pejabat baru menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan program dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal tanpa hambatan.
Ia juga memastikan rotasi dan pengisian jabatan yang dilakukan tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah posisi yang sebelumnya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) secara bertahap akan diisi pejabat definitif guna meningkatkan efektivitas kerja organisasi.
Sebagai contoh, Aji Muhammad Fitra Firnanda yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) kini dipercaya menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Sementara itu, pejabat penggantinya akan mendapatkan pendampingan agar proses transisi berjalan lancar.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 800.1.3.3/2960/BKD/III tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Adapun daftar sembilan pejabat yang dilantik yakni:
1.) Puguh Harjanto sebagai Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim.
2.) Aji Muhammad Fitra Firnanda sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.
3.) Muhammad Faisal sebagai Kepala Dinas Pariwisata.
4.) Ririn Sari Dewi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
5.) drh. Arief Murdiyanto sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
6.) Siti Sugiyanto sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
7.) Syarifah Alawiyah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
8.) drg. Ahmad Jais sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
9.) dr. Mazniati sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Dalam arahannya, Rudy mengingatkan bahwa setiap jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk melayani masyarakat Kalimantan Timur.
“Setiap jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi. Melalui sistem merit dan manajemen talenta, pembinaan karier aparatur sipil negara (ASN) diharapkan berlangsung lebih objektif, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai kemampuan dan prestasi yang dimiliki.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap penerapan sistem merit mampu menghadirkan sumber daya manusia terbaik pada posisi yang tepat sehingga birokrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
“Harapannya kita benar-benar mendapatkan the right person in the right place. Dengan demikian organisasi menjadi lebih kuat dan target pembangunan Kalimantan Timur dapat dicapai lebih cepat,” tutup Rudy. (Indra S)





