MAKASSAR, sudutkata.com – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) memperkuat kerja sama akademik dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kedua institusi membahas pengembangan riset bersama hingga pertukaran mahasiswa dan dosen.
Dekan FKM Unhas Ansariadi mengatakan kerja sama tersebut diarahkan agar tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan program akademik yang konkret dan berkelanjutan.
“Kolaborasi internasional yang kita bangun harus dapat diterjemahkan menjadi kegiatan akademik yang nyata,” kata Ansariadi, Kamis.
Menurut dia, sedikitnya ada empat bidang yang akan menjadi fokus pengembangan kerja sama, yakni joint research, joint conference, lecture exchange, dan student exchange. FKM Unhas juga membuka peluang pendanaan bersama untuk mendukung penelitian kolaboratif.
Pertemuan itu dihadiri jajaran akademisi FKM Unhas, antara lain Wakil Dekan III Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Prof. Yahya Thamrin; Wakil Dekan I Dr. Wahiduddin; Guru Besar bidang gizi Prof. Veni Hadju; Ketua Program Studi S1 Gizi Dr. Abdul Salam; serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi FKM Unhas Ulfah Najamuddin.
Dari UiTM hadir Prof. Madya Dr. Syahrul Bariah Binti Abdul Hamid dari Fakulti Sains Kesihatan, UiTM Cawangan Selangor, Kampus Puncak Alam. Dia merupakan Koordinator Bahagian Hubungan Industri, Komuniti, Alumni dan Keusahawanan (iCARE).

Yahya mengatakan hubungan Unhas dan UiTM sebenarnya telah terjalin sebelumnya. Namun, kerja sama tersebut masih terbatas pada sejumlah kegiatan akademik.
“Kerja sama dengan UiTM sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Namun, implementasinya masih terbatas pada beberapa kegiatan,” ujar Yahya.
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain benchmarking mahasiswa dan keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi di UiTM.
Ke depan, FKM Unhas ingin meningkatkan hubungan tersebut melalui kesepakatan yang lebih terstruktur. Kerja sama akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antarinstitusi dan dapat diturunkan menjadi Memorandum of Agreement (MoA) untuk mengatur program yang lebih spesifik.
Peluang kolaborasi juga terbuka di bidang riset nutrisi dan dietetik. Syahrul memiliki kepakaran dalam bidang tersebut, sedangkan FKM Unhas memiliki sumber daya akademik di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Pertemuan lintas kepakaran itu dinilai dapat melahirkan penelitian yang menggabungkan perspektif nutrisi, dietetik, dan kesehatan masyarakat.
FKM Unhas berharap penguatan hubungan dengan UiTM dapat memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas riset dan kegiatan akademik. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya kedua institusi memperkuat posisi menuju world-class university. (Riz)



