IKA Unmul hingga Alumni Fakultas Kompak Dukung Abdunnur di Pilrek 2026

SAMARINDA, sudutkata.com, – Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026–2030 mulai memasuki fase yang dinamis. Menjelang tahapan pemilihan, dukungan terhadap rektor petahana, Prof. Abdunnur, terus mengalir dari berbagai organisasi alumni fakultas hingga tingkat universitas.

Kontestasi pemilihan rektor tahun ini menjadi perhatian besar sivitas akademika karena akan menentukan arah pengembangan perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Timur tersebut dalam lima tahun mendatang.

Selain Abdunnur, sejumlah guru besar dari berbagai fakultas juga telah menyatakan kesiapannya mengikuti proses pemilihan. Di tengah persaingan itu, dukungan alumni muncul sebagai salah satu kekuatan moral yang mewarnai dinamika pemilihan.

Berbagai Ikatan Keluarga Alumni (IKA) fakultas menilai Abdunnur berhasil membawa Universitas Mulawarman mencapai sejumlah kemajuan strategis selama masa kepemimpinannya.

Alumni menyoroti peningkatan kualitas akademik, penguatan tata kelola kelembagaan, perluasan kerja sama nasional dan internasional, hingga peningkatan reputasi universitas yang kini semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian, misalnya, menyatakan dukungan karena menilai Abdunnur memiliki komitmen kuat dalam pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak pada sektor lingkungan serta ketahanan pangan di Kalimantan Timur.

Sementara itu, alumni Fakultas Teknik menilai Abdunnur sebagai figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melanjutkan transformasi Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif.

Pandangan serupa datang dari alumni Fakultas Hukum. Mereka menilai keberhasilan penguatan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama merupakan hasil dari kepemimpinan yang konsisten dan berorientasi pada kemajuan institusi.

Dukungan juga diberikan oleh alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka menilai Abdunnur mampu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat.

Kemampuan tersebut dianggap penting untuk memperkuat posisi Universitas Mulawarman sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Kalimantan Timur.

Hal yang sama disampaikan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni FMIPA Universitas Mulawarman. Mereka menilai selama kepemimpinan Abdunnur, kampus mengalami penguatan yang signifikan dalam tata kelola perguruan tinggi, kualitas akademik dan penelitian, serta jejaring kerja sama nasional maupun internasional.

Bagi alumni FMIPA, keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Universitas Mulawarman untuk mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur, termasuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dukungan turut datang dari Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Kedokteran. Kedua organisasi alumni tersebut menilai keberlanjutan kepemimpinan menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan program-program strategis yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Dukungan paling besar datang dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul). Organisasi yang menaungi alumni lintas fakultas itu secara resmi menyatakan dukungan kepada Abdunnur untuk kembali memimpin kampus tersebut.

Pembina IKA Unmul, Isran Noor, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan dan pertimbangan berbagai capaian yang berhasil diraih Universitas Mulawarman selama beberapa tahun terakhir.

“Keputusan ini bukan sekadar dukungan personal, melainkan hasil pertimbangan panjang atas kontribusi Unmul dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Isran saat menyerahkan surat dukungannya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut dia, kepemimpinan Abdunnur telah mendorong peningkatan daya saing Universitas Mulawarman, baik di tingkat regional maupun nasional.
Alumni, kata Isran, melihat adanya kemajuan nyata dalam bidang akademik, penelitian, dan penguatan posisi universitas di tengah perkembangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

“Kami melihat Unmul semakin berdaya saing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Bagi sebagian alumni, dukungan terhadap Abdunnur tidak hanya didasarkan pada capaian yang telah diraih, tetapi juga pada kebutuhan menjaga kesinambungan berbagai program strategis yang sedang berjalan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Mulawarman berada pada fase transformasi yang cukup penting. Sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Timur, kampus ini dituntut mampu mengambil peran lebih besar dalam penyediaan sumber daya manusia, pengembangan riset, dan inovasi yang mendukung pembangunan daerah, termasuk Ibu Kota Nusantara.

Abdunnur menyambut baik dukungan yang diberikan berbagai organisasi alumni tersebut. Ia menyebut dukungan itu sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurut dia, hubungan antara universitas dan alumni merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendorong kemajuan institusi pendidikan tinggi.

“Kami akan terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan seluruh alumni untuk memperkuat peran Universitas Mulawarman di masa depan,” ujarnya.

Meski mendapat dukungan luas dari kalangan alumni, jalan Abdunnur menuju periode kedua tidak akan berlangsung tanpa kompetisi.

Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman 2026–2030 juga diikuti sejumlah akademisi senior yang memiliki rekam jejak kuat di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Mukhamad Nurhadi, Soerja Koesnarpadi, Rudianto Amirta, dan Fahrul Agus.

Kehadiran lima guru besar dalam kontestasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme akademisi untuk berkontribusi dalam kepemimpinan universitas. Proses pemilihan pun diharapkan menjadi ruang adu gagasan dan visi tentang masa depan Universitas Mulawarman. (iN)