KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Sekitar 50 desa di Kabupaten Kutai Timur masih menghadapi keterbatasan akses digital. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutim seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan pemerintahan berbasis teknologi.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar H Siburian, mengatakan pemerataan konektivitas menjadi salah satu pekerjaan yang terus didorong pemerintah.
Menurutnya, keterbatasan jaringan membuat penerapan layanan digital di tingkat desa belum dapat berlangsung secara merata. Padahal, berbagai administrasi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat mulai diarahkan menggunakan sistem digital.
“Masih ada sekitar 50 desa yang akses digitalnya belum optimal,” kata Ronny, Rabu (2/9/26).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang masih mengalami kendala konektivitas. Pemetaan diperlukan untuk menentukan kebutuhan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Salah satu upaya yang disiapkan yakni pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk dukungan menara telekomunikasi pada wilayah yang membutuhkan,” ungkapnya.
Pemerintah juga berupaya mendorong dukungan anggaran untuk mempercepat penguatan infrastruktur tersebut, termasuk melalui perubahan anggaran daerah.
Ronny menegaskan, pengembangan layanan digital tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi maupun website pemerintahan. Ketersediaan jaringan menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar berbagai layanan tersebut dapat digunakan secara optimal.
Jika konektivitas belum memadai, aparatur desa maupun masyarakat akan kesulitan memanfaatkan platform digital yang telah disiapkan pemerintah.
Karena itu, pemerataan akses internet terus menjadi bagian dari agenda digitalisasi Kutai Timur.
“Diskominfo Staper berharap pembangunan infrastruktur secara bertahap dapat mengurangi kesenjangan konektivitas dan memperluas akses layanan pemerintahan secara daring hingga ke desa-desa yang masih terbatas jaringan,” tandasnya.(RA/ADV/Kutim)



