KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Suasana Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kutai Timur (Kutim), lebih semarak, warga berkumpul mengikuti senam kreasi dan zumba party yang menjadi pembuka Prayunita Cup 2026, sebuah ajang olahraga yang digagas Wakil Ketua II DPRD Kutim, Prayunita Utami, dengan menggunakan dana pribadi.
Prayunita Cup 2026 tak hanya menghadirkan turnamen bola voli, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas bersama. Rangkaian kegiatan itu menyasar warga dari berbagai kalangan, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan sosial di desa kelahiran Prayunita tersebut.

Prayunita mengatakan kegiatan itu diinisiasi bersama masyarakat setempat. Ia berharap ajang tersebut dapat memperkuat kebersamaan warga, terutama generasi muda di Kecamatan Telen.
“Seluruh kegiatan ini saya inisiasi bersama masyarakat. Saya ingin warga serta putra dan putri di Kecamatan Telen semakin solid dan hidup guyub,” kata Prayunita, Selasa, 20 Oktober 2026.
Untuk membiayai rangkaian acara, politikus perempuan itu mengaku merogoh kocek pribadi. Ia ingin memastikan kegiatan dapat terlaksana dan masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat langsung, baik melalui aktivitas senam maupun pertandingan olahraga.
Menurut Prayunita, pemilihan senam kreasi dan zumba party juga dimaksudkan agar kegiatan tidak hanya dinikmati peserta turnamen. Warga yang tidak mengikuti pertandingan tetap bisa ambil bagian dalam rangkaian acara tersebut.
Adapun turnamen bola voli menjadi agenda utama Prayunita Cup 2026. Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 30 September dan akan berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Pertandingan dijadwalkan mulai pada awal November mendatang.
Prayunita berharap turnamen itu dapat menjadi wadah bagi putra-putri daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang bagi munculnya potensi atlet lokal.
“Turnamen voli nanti menjadi puncak acara. Saya berharap semua berjalan lancar dan masyarakat semakin guyub,” harapnya.
Melalui Prayunita Cup 2026, kegiatan olahraga itu dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat, bukan hanya ajang mengejar kemenangan. Kebersamaan dan solidaritas warga menjadi tujuan yang ingin dibangun melalui rangkaian kegiatan tersebut. (*)

