KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ronny Bonar H Siburian, menilai capaian Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang menempatkan Kutim sebagai daerah dengan nilai tertinggi kedua di Kalimantan Timur menjadi dorongan untuk mempercepat transformasi digital di daerah.
Menurut Ronny, capaian tersebut tidak semata-mata dilihat sebagai angka, tetapi menjadi pijakan bagi Diskominfo Staper untuk meningkatkan perannya dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi perangkat daerah tersebut.
“Kami tidak ingin berhenti pada angka. Capaian ini menjadi hasil yang layak kita jadikan kekuatan baru di jajaran Diskominfo Staper, untuk lebih optimal lagi dalam mengawal berbagai program Kepala Daerah terutama yang berkaitan dengan tupoksi kita,” ujarnya.
Ia mengatakan, penguatan transformasi digital dilakukan melalui berbagai program dan inovasi. Upaya tersebut mencakup pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan sistem pemerintahan digital (PEMDI), hingga penguatan keamanan informasi melalui fungsi persandian.
Selain itu, pemanfaatan data statistik sektoral juga terus didorong agar dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Salah satu inovasi terbaru yang tengah dikembangkan yakni Terpadu Digital Kutai Timur. Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan digital pemerintah daerah dalam satu ekosistem yang dapat diakses masyarakat maupun perangkat daerah.
Mengusung tagline “Menyapa Warga, Memudahkan Layanan”, platform tersebut saat ini telah tersedia dan dapat diunduh melalui Play Store. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam memperoleh berbagai kebutuhan layanan publik melalui satu platform.
“Semua akan diarahkan dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung sehingga pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” katanya.
Pengembangan Terpadu Digital Kutai Timur menjadi bagian dari proyek perubahan (Proper) yang tengah dikerjakan Ronny. Pengembangannya akan disertai dengan penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital bagi aparatur dan masyarakat, serta pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai sarana peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Penerapan tata kelola pemerintahan digital yang semakin matang juga menjadi bagian dari pengembangan tersebut.
Ronny menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi. Kolaborasi antarperangkat daerah diperlukan agar digitalisasi juga mampu membangun budaya kerja yang inovatif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami, Terpadu Digital Kutai Timur menjadi fondasi menuju pemerintahan digital yang terintegrasi, mendukung kebijakan berbasis data, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendorong peningkatan nilai IMDI Kutai Timur pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.(RA/ADV/Kutim)



