SAMARINDA, sudutkata.com – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Samri Shaputra, melayangkan kritik tajam terhadap model pembinaan kepemudaan yang berjalan di wilayahnya. Menurut dia, program pengembangan potensi generasi muda selama ini masih terjebak dalam pola yang cenderung musiman dan sekadar formalitas seremonial.
Samri menilai, energi kreatif dan ide-ide melimpah yang dimiliki anak muda Samarinda kerap kali layu sebelum berkembang. Penyebab utamanya adalah absennya pendampingan yang konsisten dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Pembinaan pemuda itu bukan acara 17-an atau seminar setahun sekali, Kalau mau hasilnya nyata, programnya harus jalan terus, terukur, dan ada evaluasi. Jangan berhenti di spanduk dan foto-foto.” kata Samri, Jumat.
Politikus asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa ruang aktualisasi bagi pemuda harus diciptakan secara serius melalui berbagai wadah strategis, seperti inkubasi komunitas kreatif, pelatihan kepemimpinan yang intensif, kompetisi inovasi, hingga forum dialog kebijakan yang melibatkan publik.
Melalui wadah-wadah strategis ini, generasi muda diharapkan dapat mengasah karakter sekaligus unjuk kompetensi. Mereka didorong untuk menjadi aktor aktif, bukan sekadar penonton di tengah laju pembangunan kota.
Namun, Samri mengingatkan bahwa dukungan dari Pemerintah Kota Samarinda tidak boleh melulu berkutat pada urusan birokrasi anggaran atau dana hibah. Akses terhadap fasilitas publik, pembukaan jejaring dengan dunia usaha, serta pelibatan langsung dalam perencanaan program kota justru menjadi aspek yang jauh lebih krusial.
“Kalau kita mau Samarinda maju, investasinya ya di anak muda,” tutur Samri menambahkan.
“Mereka yang nanti pegang kendali 10 sampai 20 tahun ke depan. Tugas kita sekarang menyiapkan mereka jadi generasi produktif, kritis, dan berdaya saing.” tambah Samri
Bertolak dari keresahan tersebut, DPRD Kota Samarinda menyatakan komitmennya untuk memperketat fungsi pengawasan, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan ramah pemuda. Samri memastikan legislatif akan mengawal alokasi anggaran daerah agar benar-benar berpihak pada penguatan ekosistem kepemudaan.
Langkah ini dinilai mendesak demi mencetak cetak biru pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki rekam jejak kontribusi yang nyata bagi daerah.
“Kami di DPRD berkomitmen mengawal anggaran dan kebijakan yang berpihak pada penguatan ekosistem kepemudaan,” tutup Samri. (In)



