KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Kutai Timur tercatat menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Per 27 September 2026, terdapat 139 titik hotspot yang terpantau, dengan mayoritas berada pada kategori menengah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Sulastin, mengatakan dari total tersebut, sebanyak 136 titik berada pada kategori menengah, sedangkan tiga titik masuk kategori tinggi.
“Kutai Timur itu ada titik hotspotnya itu 136. Tapi menengah masih ya. Yang 136 ada tingginya tiga, jadi total 139 gitu ya,” kata Sulastin, Senin (28/9/16).
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan kondisi sekitar tiga hari sebelumnya. Saat itu, hotspot di Kutai Timur disebut sempat mencapai lebih dari 300 titik.
“Dibanding kemarin, kemarin tiga hari lalu kita cukup tinggi, 300-an gitu ya,” ujarnya.
Sulastin mengatakan kondisi hotspot saat ini masih didominasi kategori menengah. Sementara jumlah titik yang masuk kategori tinggi tercatat sebanyak tiga titik.
“Nah ini, yang Kutim saat ini, kita dalam menengah saja, Mbak. Enggak ada ini, yang tinggi cuma tiga aja,” jelasnya.
Data hotspot tersebut menjadi salah satu bahan pemantauan BPBD dalam melihat perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutim.
“Perubahan jumlah dan kategori titik panas terus dipantau bersama pihak terkait untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Penurunan dari lebih dari 300 titik menjadi 139 hotspot menjadi salah satu perkembangan yang dipantau BPBD di tengah penanganan karhutla dan kondisi cuaca yang masih memengaruhi potensi munculnya titik api. (adv/Kutim/Ra)



