Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
SUDUTKATA.COM
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
SUDUTKATA.COM
No Result
View All Result

DPRD Samarinda Buka Ruang Belajar Pancasila bagi Pelajar

Redaksi by Redaksi
7 Oktober 2026
in DPRD KOTA SAMARINDA
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, (dok. Sudutkata)

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, (dok. Sudutkata)

SAMARINDA, sudutkata.com – Gedung DPRD Kota Samarinda tak hanya menjadi tempat pembahasan kebijakan daerah. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, ingin menjadikannya sebagai ruang belajar bagi pelajar untuk mengenal demokrasi dan praktik kehidupan bernegara secara langsung.

Menurut Ismail, pemahaman mengenai Pancasila dan demokrasi tidak cukup diberikan melalui materi di ruang kelas. Pelajar, terutama siswa SMP, perlu melihat bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan.

“Kita ingin pembelajaran Pancasila lebih dikenalkan kepada anak-anak, bukan hanya sekadar konsep, tetapi betul-betul diaplikasikan. Apalagi di tingkat SMP,” kata Ismail, Rabu.

DPRD Ismail bilang, Samarinda terbuka menerima kunjungan sekolah. Pelajar dapat berdiskusi dengan anggota dewan, mengenal fungsi legislatif, sekaligus melihat secara langsung proses kerja lembaga yang mewakili masyarakat.

Skema serupa, kata Ismail, juga dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Anggota DPRD siap memenuhi undangan sekolah untuk memberikan penjelasan mengenai fungsi lembaga legislatif, demokrasi hingga kehidupan politik.

“Siswa bisa langsung dibawa ke sini untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung, atau teman-teman dewan diundang ke sekolah untuk menyampaikan materi. Kami juga siap,” ujarnya.

Ismail menilai pertemuan langsung dapat membuat pelajar lebih leluasa bertanya mengenai persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar. Dari sana, pendidikan politik dapat diperkenalkan secara sederhana tanpa menjadikannya sekadar hafalan.

Ia berharap pengalaman tersebut membantu membentuk pelajar yang memahami hak dan tanggung jawab sebagai warga negara sekaligus memiliki karakter kepemimpinan.

“Harapannya, anak-anak memiliki jiwa Pancasilais dan mampu menjadi pemimpin yang adil serta berlandaskan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah penguatan pendidikan Pancasila yang tengah didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menterinya, Abdul Mu’ti mengatakan, pendidikan Pancasila perlu hadir melalui pembelajaran, budaya sekolah, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.

“Penguatan pendidikan Pancasila dilakukan tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, serta pengalaman nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Abdul Mu’ti September 2026 lalu.

Mu’ti juga menekankan bahwa pendidikan Pancasila tidak semestinya berhenti pada pengetahuan. Nilainya perlu dipraktikkan hingga menjadi bagian dari karakter peserta didik.

“Pancasila harus dipraktikkan, bukan sekadar dihafalkan,” tandasnya. (In)

Dibaca 1,294
Tags: DEMOKRASIPELAJAR
Previous Post

Fransisca Debi Bawa Isu Perlindungan Perempuan ke Dewi Pertiwi Samarinda

Next Post

Efisiensi Pemerintah Tekan Pendapatan Hotel Samarinda

Next Post
Efisiensi Pemerintah Tekan Pendapatan Hotel Samarinda

Efisiensi Pemerintah Tekan Pendapatan Hotel Samarinda

Harminsyah Bekali Pencari Kerja Samarinda dengan Skill Konten

Harminsyah Bekali Pencari Kerja Samarinda dengan Skill Konten

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Layanan Iklan Hubungi: +62 896 5288 8884 Email: inisudutkata@gmail.com

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In