SAMARINDA, sudutkata.com – Arus investasi yang terus mengalir ke Kota Samarinda dinilai menjadi peluang penting untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Namun, DPRD Samarinda mengingatkan agar investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian target nilai modal, melainkan juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Andi Saharuddin, mengatakan potensi daerah yang beragam menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor usaha. Kondisi tersebut, menurut dia, harus dimanfaatkan pemerintah sebagai momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Investasi yang tumbuh di Samarinda jangan hanya dilihat dari besarannya. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi itu mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Andi, Jumat.
Ia menilai masuknya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, perlu diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menciptakan nilai tambah bagi produk dan komoditas lokal. Selain itu, investasi juga harus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi warga Samarinda.
“Investasi yang tumbuh subur di Samarinda harus mampu menciptakan value added bagi komoditas lokal dan yang terpenting membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Menurut Andi Saharuddin, Samarinda memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor ekonomi non-ekstraktif sebagai penopang pertumbuhan jangka panjang. Sektor perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif dinilai memiliki prospek yang kuat di tengah perubahan arah pembangunan daerah.
Ia menilai ketiga sektor tersebut memiliki daya tahan yang lebih baik dan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Karena itu, kebijakan investasi perlu diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor tersebut.
Politukus asal Golkar itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Pemerintah, kata dia, berperan sebagai regulator yang menyediakan kepastian aturan, sementara pelaku usaha menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi.
“Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting. Hambatan birokrasi harus diminimalkan agar investor merasa nyaman menanamkan modalnya di Samarinda,” katanya.
Menurut dia, kepastian hukum dan kemudahan pelayanan perizinan merupakan dua faktor yang sangat menentukan daya saing daerah dalam menarik investasi. Tanpa kedua hal tersebut, daerah akan sulit bersaing dengan wilayah lain yang juga berlomba menarik investor.
Andi Saharuddin optimis Samarinda memiliki peluang besar menjadi salah satu tujuan investasi utama di Kalimantan Timur. Terlebih, posisi kota ini yang strategis di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang semakin luas.
“Kalau iklim usaha bisa terus dijaga tetap kondusif, aman, dan tetap memperhatikan kearifan lokal, saya yakin daya saing Samarinda akan semakin meningkat,” ujarnya.
Ia berharap peningkatan investasi yang terjadi ke depan tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, tumbuhnya usaha lokal, dan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Investasi harus menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga Samarinda,” harap Andi Saharuddin. (In)





