Abdunnur Targetkan Unmul Jadi Pusat Riset Hutan Tropis Indonesia, Publikasi dan Inovasi Terus Meningkat

Huliwa (Hutan Lindung Wehea) Apotik hidup, kaya akan keanekaragaman hayati dikenal sebagai "rumah" bagi orang utan dan satwa langka lainnya. (istimewa)
SAMARINDA, sudutkata.com – Universitas Mulawarman (Unmul) terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis hutan tropis. Dalam beberapa tahun terakhir, kampus terbesar di Kalimantan Timur itu menunjukkan peningkatan signifikan di bidang riset dan inovasi, mulai dari publikasi ilmiah hingga pengembangan berbagai penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor Unmul, Prof Abdunnur, mengatakan penguatan riset menjadi salah satu strategi utama kampus dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah maupun nasional.
Menurut dia, posisi Kalimantan Timur yang berada di kawasan hutan hujan tropis memberikan keunggulan tersendiri bagi Unmul untuk mengembangkan penelitian yang tidak dimiliki banyak perguruan tinggi lain di Indonesia.
“Penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa tidak boleh berhenti menjadi laporan atau publikasi semata. Hasil riset harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah,” kata Abdunnur.
Ia menjelaskan, berbagai penelitian unggulan terus dikembangkan di lingkungan Unmul, mulai dari bidang biodiversitas tropis, lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, sosial-humaniora, hingga teknologi tepat guna.
Pengembangan riset tersebut sejalan dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Universitas Mulawarman yang menempatkan hutan tropika basah dan lingkungannya sebagai identitas akademik kampus.
Bagi Abdunnur, keberadaan kawasan hutan tropis Kalimantan merupakan laboratorium alam yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia menilai potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.
“Keunggulan yang kita miliki ini harus menjadi kekuatan utama. Hutan tropis bukan hanya objek penelitian, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat menghasilkan berbagai solusi inovatif bagi masa depan,” ujarnya.
Selain memperkuat penelitian dasar, Unmul juga mendorong pengembangan riset terapan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan peta jalan penelitian yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan serta arah pengembangan institusi.
Menurut Abdunnur, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil penelitian tidak berhenti di ruang akademik, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Karena itu, Unmul terus memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat hilirisasi hasil penelitian yang telah dihasilkan sivitas akademika.
“Riset harus mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat. Melalui kolaborasi yang semakin kuat, kami berharap hasil penelitian dapat diimplementasikan secara lebih luas dan memberikan manfaat yang nyata,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan budaya riset juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan reputasi akademik Unmul di tingkat nasional maupun internasional.
Peningkatan jumlah publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, serta perluasan jejaring kolaborasi penelitian menjadi indikator yang terus didorong dalam beberapa tahun terakhir.
Abdunnur berharap berbagai inovasi yang lahir dari kampus dapat memperkuat posisi Unmul sebagai pusat kajian hutan tropis dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Ke depan, kami ingin Universitas Mulawarman dikenal bukan hanya sebagai perguruan tinggi terbesar di Kalimantan, tetapi juga sebagai pusat riset yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian berbagai persoalan global,” tutur Abdunnur. (In)
