Abdunnur Paparkan Perspektif Pembangunan Unmul 2026-2030, Fokus Menuju Universitas Berkelas Dunia

SAMARINDA, sudutkata.com, – Prof. Abdunnur, memaparkan perspektif pembangunan Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026-2030 sebagai tahapan strategis menuju target universitas berkelas dunia pada 2034.
Menurut Abdunnur, periode 2026-2030 menjadi fase krusial karena harus menjawab kebutuhan internal kampus sekaligus tuntutan eksternal yang berkembang pesat, khususnya terkait pembangunan daerah, transformasi ekonomi, dan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Periode 2026-2030 merupakan fase yang sangat menentukan karena menjadi jembatan menuju target besar Unmul sebagai universitas berkelas dunia pada 2034,” ujar Abdunnur.
Ia menjelaskan, arah pembangunan Unmul telah tertuang dalam Peta Jalan (Road Map) Pembangunan Unmul 2014-2034. Dalam dokumen tersebut, Unmul ditargetkan mencapai status universitas internasional berbasis Pola Ilmiah Pokok (PIP) dengan sedikitnya 80 persen program studi berstatus unggul dan memiliki jaringan kerja sama nasional maupun internasional yang luas pada tahun 2034.
“Kami ingin memastikan bahwa pada tahapan ini Unmul sudah siap menjalin kerja sama yang setara dengan berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional sebagai bagian dari proses internasionalisasi kampus,” katanya.
Dalam peta jalan pengembangan tersebut, periode 2026-2030 menjadi momentum ketika Unmul ditargetkan mampu memperluas kolaborasi dengan berbagai universitas nasional dan internasional sebelum memasuki fase sebagai universitas berkelas dunia pada periode 2030-2034.
Selain target internal, Abdunnur menilai Unmul memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah dan nasional. Sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Kalimantan Timur, Unmul diharapkan mampu memberikan dukungan akademik terhadap berbagai program pemerintah yang ditargetkan tercapai pada 2030.
Beberapa agenda strategis tersebut meliputi transformasi ekonomi daerah menuju pemanfaatan sumber daya alam terbarukan, pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), penurunan emisi karbon sebesar 32 hingga 43,2 persen, serta dukungan terhadap operasional penuh Ibu Kota Nusantara yang direncanakan pada 2028.
“Keberadaan IKN, agenda transformasi ekonomi daerah, hingga target pembangunan berkelanjutan merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab Unmul melalui kontribusi akademik yang nyata,” tegasnya.
Berbekal capaian pada periode kepemimpinan 2022-2026 yang ditandai dengan terwujudnya “Unmul Unggul”, Abdunnur menawarkan sejumlah program pembangunan strategis untuk lima tahun mendatang.
Pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, fokus utama diarahkan pada mempertahankan serta meningkatkan akreditasi unggul dan akreditasi internasional program studi. Selain itu, peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian dosen maupun mahasiswa juga menjadi prioritas dengan orientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Akreditasi unggul dan internasional harus terus ditingkatkan, seiring dengan penguatan riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” jelas Abdunnur.
Di bidang administrasi, sumber daya manusia, dan keuangan, program unggulan meliputi digitalisasi menyeluruh proses administrasi dan akademik, percepatan pencapaian jabatan akademik Guru Besar dan Lektor Kepala, peningkatan kapasitas keuangan berbasis aset dan jasa keahlian, serta penguatan kapasitas tenaga kependidikan.
“Digitalisasi layanan akademik dan administrasi menjadi kebutuhan mutlak agar tata kelola universitas semakin efektif, transparan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi sivitas akademika,” ungkapnya.
Selain itu, percepatan peningkatan jumlah Guru Besar dan Lektor Kepala dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kelembagaan sekaligus mendukung target Unmul menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
Sementara pada sektor kemahasiswaan dan alumni, pengembangan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional menjadi perhatian utama. Program lainnya mencakup perluasan jaringan kerja sama mahasiswa, peningkatan keterampilan abad ke-21 bagi lulusan, serta penguatan peran alumni dalam mendukung peningkatan kualitas mahasiswa dan lulusan.
“Kami ingin lulusan Unmul memiliki daya saing global melalui penguasaan keterampilan abad ke-21, sekaligus memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan universitas,” ujarnya.
Adapun pada bidang sarana-prasarana, kerja sama, dan teknologi informasi, Abdunnur menargetkan pembangunan fasilitas strategis yang mendukung pengembangan keilmuan sekaligus menjadi sumber alternatif pendapatan kampus. Penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pada tingkat nasional dan internasional juga menjadi bagian penting dari agenda pembangunan tersebut.
Selain itu, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi serta peningkatan keterlibatan dosen dan peneliti Unmul dalam pembangunan daerah di Kalimantan Timur maupun provinsi lainnya turut menjadi fokus pengembangan.
Melalui berbagai program tersebut, Abdunnur optimistis Unmul dapat memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) di bidang studi tropika dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempercepat langkah menuju universitas berkelas dunia pada 2034.
“Saya optimistis dengan dukungan seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan, Unmul dapat memperkuat posisinya sebagai center of excellence di bidang studi tropika dan pembangunan berkelanjutan serta mempercepat langkah menuju world class university pada 2034,” pungkasnya.
Penulis : Indra S
