SAMARINDA, sudutkata.com – Kerukunan Keluarga Pangkajene dan Kepulauan (KKPK) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi melantik pengurus wilayah dan pengurus daerah di Gedung Olah Bebaya, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Pelantikan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan warga asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), sekaligus mendorong kontribusi perantau bagi pembangunan daerah asal maupun Kalimantan Timur.

Ketua Pengurus Pusat KKPK, Prof. Zainal A. Sahabuddin, mengatakan pelantikan di Kalimantan Timur menjadi yang pertama setelah pihaknya menerbitkan sejumlah surat keputusan kepengurusan di berbagai daerah. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut yang menurutnya menunjukkan hubungan baik warga Pangkep dengan pemerintah daerah setempat.
“Ini sangat membanggakan bagi kita semua. Berarti orang Pangkep yang ada di Kalimantan Timur bersinergi dengan pemerintah daerah,” kata Zainal, sabtu 24 Oktober 2026.
Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan pelantikan tidak lepas dari kerja sama warga Pangkep, para penasihat, tokoh masyarakat, serta pejabat pemerintah daerah. Kehadiran Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam acara itu juga dinilainya sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan komunitas perantau.

Zainal berharap KKPK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memperkuat hubungan ekonomi antara warga Pangkep di perantauan dan masyarakat di kampung halaman. Ia mengajak para perantau yang memiliki kemampuan finansial untuk menanamkan modal di Pangkep agar potensi ekonomi daerah tersebut berkembang.
Namun, menurut dia, penguatan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Zainal yang merupakan guru besar di Universitas Pertahanan Republik Indonesia itu juga menyampaikan informasi mengenai peluang pendidikan di kampus tersebut bagi anak-anak anggota KKPK.
Ia menjelaskan, sejumlah program pendidikan di Universitas Pertahanan menyediakan pembiayaan kuliah dan fasilitas asrama, disertai beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan. Program tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, teknik, matematika dan ilmu pengetahuan alam, sejarah militer, serta olahraga militer.
Zainal meminta para orang tua mulai mempersiapkan anak-anak mereka sejak jenjang sekolah menengah pertama. Ia mengingatkan bahwa proses seleksi berlangsung ketat dan nilai rapor menjadi salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan.
“Jaga silaturahmi, saling menghargai satu sama lain,” tukasnya.
Penasehat KKPK Kaltim, Andi Sofyan Hasdam, mengatakan keberadaan organisasi tersebut juga berkaitan dengan posisi warga Pangkep dalam struktur kerukunan masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan. Ia menjelaskan KKPK menjadi bagian dari pilar organisasi kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Andi Sofyan mengingatkan warga pendatang agar menghormati daerah tempat mereka tinggal dan mencari penghidupan. Menurut dia, warga Pangkep di Kalimantan Timur tidak hanya membawa identitas daerah asal, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun daerah yang telah menjadi tempat tinggal mereka.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Andi Sofyan, mengulang prinsip yang menurutnya perlu dipegang oleh para perantau.

Meski mendukung ajakan berinvestasi di Pangkep, ia menekankan agar warga tetap memprioritaskan kontribusi terhadap perekonomian Kalimantan Timur. Dengan begitu, hubungan dengan kampung halaman tidak mengurangi tanggung jawab sosial terhadap daerah tempat mereka bekerja dan menetap.
Andi Sofyan juga menyoroti pentingnya regulasi yang berpihak pada masyarakat kepulauan. Ia mengatakan saat ini dirinya terlibat dalam tim kerja penyusunan rancangan undang-undang tentang daerah kepulauan yang diharapkan dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan wilayah berciri kepulauan.
Menurut dia, karakter geografis wilayah kepulauan menimbulkan persoalan tersendiri dalam pembangunan, mulai dari konektivitas hingga pemerataan pelayanan. Ia menyebut Pangkep memiliki wilayah daratan dan gugusan pulau dengan kondisi yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan kebijakan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
Wakil Bupati Pangkep, Abdul Rahman Assegaf, dalam sambutannya menggambarkan Pangkep sebagai daerah dengan karakter tiga dimensi, yakni wilayah daratan, pegunungan, dan kepulauan. Ia mengatakan potensi sumber daya alam daerah tersebut perlu didukung upaya pengembangan ekonomi agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Abdul Rahman berharap keberadaan KKPK di Kalimantan Timur memperkuat hubungan antara warga Pangkep di perantauan dan pemerintah daerah. Menurut dia, organisasi tersebut dapat menjadi jembatan untuk membangun kerja sama sekaligus menjaga ikatan kekeluargaan.

Ia juga mengajak para anggota menjadikan organisasi sebagai kekuatan bersama untuk mendukung pembangunan Pangkep. Dengan jaringan perantau yang tersebar di berbagai daerah, peluang kerja sama di bidang ekonomi maupun pengembangan sumber daya manusia diharapkan semakin terbuka.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengucapkan selamat kepada pengurus KKPK yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan tersebut dapat mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman etnis di Kalimantan Timur.
Seno mengatakan keberadaan berbagai komunitas perantau merupakan bagian dari kemajemukan masyarakat Kaltim. Ia meminta warga dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kita tidak lagi bertikai, tidak lagi berkelahi sesama anak bangsa, tapi kita sama-sama membangun Kalimantan Timur sebagai tempat tinggal kita tercinta,” kata Seno.
Ia juga melihat peluang kerja sama ekonomi antara Pangkep dan Kalimantan Timur, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan garam untuk industri. Menurut Seno, kebutuhan garam industri dapat menjadi salah satu pintu bagi pengembangan hubungan usaha antara kedua daerah.

Ia menyebut peluang tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Dengan demikian, hubungan warga Pangkep di Kaltim tidak hanya terjalin melalui kegiatan sosial dan kebudayaan, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Seno turut menyinggung dukungan pemerintah terhadap akses pendidikan tinggi melalui program pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan. Ia berharap kesempatan pendidikan dan penguatan sumber daya manusia dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi daerah.
Pelantikan pengurus wilayah dan pengurus daerah KKPK Kaltim tahun 2026 itu diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dalam menjaga solidaritas warga Pangkep di perantauan. Selain merawat identitas dan tradisi daerah asal, KKPK diharapkan dapat memperluas kontribusi anggotanya bagi pembangunan Kalimantan Timur sekaligus membuka peluang kemajuan bagi Kabupaten Pangkep. (*)




