SAMARINDA, sudutkata.com – Keterampilan membuat konten digital mulai dipandang sebagai salah satu bekal yang dapat membantu masyarakat memasuki dunia kerja. Anggota DPRD Kota Samarinda, Harminsyah P, mendorong kemampuan tersebut dikembangkan melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi bagi pencari kerja.
Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan konten kreator yang berlangsung selama delapan hari di Gedung Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bima Education Center, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Program ini digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Samarinda dengan melibatkan LPK Bima Education Center sebagai lembaga penyelenggara.
Harminsyah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan dan pelatihan vokasi yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya mereka yang sedang mencari pekerjaan.
“Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari program yang saya cetuskan dan diperuntukkan bagi para pencari kerja berdasarkan unit kompetensi,” kata Harminsyah, Rabu.
Menurut dia, pendekatan berbasis unit kompetensi diperlukan agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan umum selama mengikuti pelatihan. Keterampilan yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan ketika peserta memasuki dunia kerja.
“Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang bisa digunakan dalam dunia kerja,” ujarnya.
Harminsyah menilai perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap keterampilan baru semakin besar. Kemampuan membuat dan mengelola konten, kata dia, dapat menjadi salah satu kompetensi yang dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan maupun kegiatan usaha.
“Perkembangan teknologi menuntut masyarakat untuk terus meningkatkan kompetensinya, termasuk dalam bidang digital,” kata dia.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah delapan hari kegiatan selesai. Peserta diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka peluang kerja, membantu promosi usaha, atau mengembangkan kemampuan secara mandiri.
Semantara itu, Pimpinan LPK Bima Education Center, Rafik, S.Kom, mengatakan pelatihan konten kreator menjadi relevan karena penggunaan teknologi digital semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Kemampuan mengelola konten dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk memperkenalkan produk dan jasa.
“Kita tentu berharap kegiatan ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ilmu, khususnya dalam memanfaatkan teknologi sebagai ajang promosi, baik untuk jualan maupun lainnya,” ujar Rafik.
Menurut Rafik, kemampuan membuat konten tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas di media sosial. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran bagi pelaku usaha dan menjadi modal tambahan bagi pencari kerja.
“Teknologi sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga kemampuan menggunakannya secara produktif menjadi penting,” katanya.
Ia mengatakan peserta juga perlu memahami bagaimana konten yang dibuat dapat memberikan manfaat secara ekonomi. Dengan kemampuan produksi dan pengelolaan konten yang baik, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memperkenalkan usaha maupun membangun portofolio pekerjaan.
“Kami berharap peserta bisa menerapkan ilmu yang didapat setelah pelatihan dan tidak berhenti hanya sampai kegiatan ini selesai,” tandas Rafik.
Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat keterampilan masyarakat Samarinda di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja. Peserta mendapat pembekalan terkait produksi konten dan pemanfaatan teknologi digital agar kemampuan tersebut dapat digunakan secara lebih produktif. (In)

