SAMARINDA, sudutkata.com – Sektor pariwisata dinilai dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi Kota Samarinda di tengah keterbatasan fiskal daerah. Sejumlah destinasi yang sudah ada dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan agar mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Legislator asal Partai Demokrat, Viktor Yuan mengatakan pengembangan pariwisata penting dilakukan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Pemerintah, kata dia, perlu mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru dan tidak hanya bergantung pada sumber pendapatan yang selama ini tersedia.
“Kami sudah bersepakat dengan pemerintah kota untuk meningkatkan PAD kita, terutama lewat pariwisata,” kata Viktor di Samarinda, Senin 5 Oktober 2026
Menurut Viktor, DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda juga tengah membahas penataan kelembagaan yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan kebudayaan. Ia berharap pengelolaan sektor tersebut menjadi lebih fokus sehingga potensi wisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Ia mengatakan kunjungan wisatawan memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga UMKM.
“Kalau pariwisata dan kebudayaan ini dikemas dengan baik, maka akan mendatangkan para wisatawan dari luar,” ujarnya.
Viktor menyebut sejumlah kawasan yang menurut dia memiliki potensi untuk dikembangkan, seperti Pampang, Gunung Steling, Kampung Tenun dan Kampung Ketupat. Ia membandingkan potensi tersebut dengan daerah lain yang telah menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi.
“Kalau Jogja, kalau Bali bisa, kenapa Samarinda enggak bisa?” sebut dia.
Menurut Viktor, pemerintah perlu mengemas destinasi secara lebih menarik agar wisatawan tidak sekadar datang, tetapi juga menghabiskan waktu dan membelanjakan uangnya di Samarinda. Dengan begitu, manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia juga mendorong keterlibatan kelompok sadar wisata dan generasi muda. Pemuda, kata Viktor, dapat mengambil peran dalam mengembangkan destinasi, promosi maupun menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata.
“Banyak yang bisa dikembangkan, terutama oleh kelompok-kelompok sadar wisata dan peran itu bisa diambil oleh para pemuda,” kata dia.
Viktor juga meminta pemerintah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan kawasan dan fasilitas yang tersedia. DPRD, kata dia, dapat membantu meneruskan kebutuhan pelaku usaha kepada organisasi perangkat daerah terkait.
Ia menilai keterbatasan anggaran seharusnya menjadi dorongan untuk mencari peluang ekonomi baru.
“Jangan kita melihat kesulitan, tetapi kesulitan itu menjadi peluang untuk kita,” ujar Viktor.
Pengembangan pariwisata juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dinas Pariwisata Kaltim menggelar Pariwisata Fest 2026 di Mal Lembuswana, Samarinda, pada 25 September hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku perjalanan wisata, perhotelan, pengelola objek wisata, kuliner, kriya serta unsur pemerintahan.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal mengatakan kegiatan itu menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku dan pemangku kepentingan pariwisata.
“Sengaja kami gelar mini expo selama 10 hari untuk merayakan Hari Pariwisata Dunia di Mal Lembuswana Samarinda. Kapasitasnya terbatas hanya 20 stan dari pelaku pariwisata di Kaltim,” kata Faisal, seperti di kutip dari sudutkata.com
Faisal juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan potensi pariwisata. Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha.
“Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis. Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk membangun potensi desa secara berkelanjutan,” pungkas Faisal. (In)

