Rabu, September 30, 2026
  • Login
SUDUTKATA.COM
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
SUDUTKATA.COM
No Result
View All Result

Desa Swarga Bara Rangkul Paguyuban, Budaya Tumbuh Bersama

Redaksi by Redaksi
25 September 2026
in Kutai Timur, PEMERINTAHAN
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyudi Usman.

Kepala Desa Swarga Bara, Wahyudi Usman.

KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Mozaik budaya di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, terus dirawat agar tidak sekadar menjadi warna dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah desa berupaya membuka ruang bagi paguyuban, kelompok etnis, dan komunitas seni untuk mempertahankan tradisi sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan sosial dalam pembangunan desa.

Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan pemerintah desa berusaha mengakomodasi kegiatan berbagai kelompok masyarakat sepanjang berada dalam kewenangan desa dan sesuai kemampuan anggaran. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (24/9/2026). Menurut dia, masyarakat Swarga Bara datang dari beragam latar belakang dan membawa tradisi masing-masing, sehingga ruang kebudayaan perlu dibangun melalui komunikasi serta kolaborasi.

“Hampir semua etnis ini kita coba akomodir. Apa yang menjadi kepentingan mereka untuk budaya, ayo sama-sama kita,” kata Wahyuddin.

Ia menjelaskan, keragaman tersebut dapat dijumpai di sejumlah kawasan permukiman. Komunitas masyarakat Jawa, misalnya, mengembangkan kesenian wayang orang. Di sisi lain terdapat warga Banjar, Dayak, serta berbagai kelompok etnis lain yang hidup berdampingan dan menjadi bagian dari masyarakat Swarga Bara. Bagi pemerintah desa, perbedaan latar belakang itu tidak membedakan kedudukan warga dalam memperoleh ruang untuk berkembang.

Gambaran keberagaman itu juga terlihat dalam Swargabara Merdeka Fest 2026 yang digelar pada Senin (17/8/2026). Salah satu pertunjukannya adalah Tari 12 Etnis, sebuah penampilan kolaboratif yang membawa corak budaya Nusantara ke dalam satu panggung. Festival tersebut turut mempertemukan pemerintah desa, pemuda, mahasiswa, kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, serta unsur masyarakat lainnya.

Besarnya ruang sosial yang harus dilayani Pemdes Swarga Bara juga tergambar dari data kependudukan. Publikasi terbaru BPS Kabupaten Kutai Timur, Kecamatan Sangatta Utara Dalam Angka 2025, mencatat Swarga Bara memiliki 20.249 penduduk berdasarkan kondisi semester II 2024. Jumlah itu terdiri atas 10.720 laki-laki dan 9.529 perempuan atau sekitar 15,59 persen dari total 129.849 penduduk Kecamatan Sangatta Utara.

Dalam publikasi yang sama, luas Swarga Bara tercatat 198,07 kilometer persegi atau 59,38 persen dari keseluruhan wilayah Kecamatan Sangatta Utara. Kepadatan penduduknya sekitar 102 jiwa per kilometer persegi. Data tersebut menjadi konteks penting bagi pemerintah desa dalam menjangkau masyarakat yang tersebar pada wilayah cukup luas dengan kebutuhan sosial dan budaya yang beragam.

Meski membuka ruang bagi kegiatan komunitas, Wahyuddin mengakui kemampuan keuangan desa tidak memungkinkan seluruh kebutuhan dibiayai melalui anggaran pemerintah desa. Besaran dukungan harus mempertimbangkan prioritas pembangunan, kemampuan fiskal, serta program lain yang juga membutuhkan pembiayaan.

“Kalau kita berbicara desa, anggaran kita tidak besar. Kalau kita bantu mungkin Rp5 juta sampai Rp10 juta, mungkin itu yang paling besar bisa dibantu,” ujarnya memberikan gambaran.

Keterbatasan tersebut, menurut Wahyuddin, justru perlu dijawab dengan partisipasi masyarakat. Pada kegiatan seni dan budaya yang berlangsung sebelumnya, ia menyebut gotong royong warga mampu menekan kebutuhan biaya karena sebagian perlengkapan pertunjukan dibuat sendiri. Ia juga menekankan kekuatan kreativitas masyarakat dalam menyokong kegiatan bersama. Media lokal mencatat salah satu kegiatan budaya tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp50 juta, tetapi banyak kebutuhan dipenuhi melalui urunan serta kontribusi warga.

“Kreativitas masyarakat luar biasa. Banyak perlengkapan yang dibuat sendiri. Kalau semuanya membeli barang jadi, tentu biayanya akan jauh lebih besar,” kata Wahyuddin.

Karena itu, kebutuhan dengan nilai pembiayaan lebih besar tidak harus berhenti ketika kemampuan anggaran desa terbatas. Wahyuddin mendorong komunitas dan pemerintah desa membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, anggota legislatif, maupun perusahaan swasta yang mempunyai program pemberdayaan masyarakat.

“Kalau memang besar, kita eskalasi ke tingkat yang lebih tinggi. Mungkin ke pihak ketiga, swasta, atau langsung ke pemerintah kabupaten,” katanya.

Model kolaborasi semacam itu telah terlihat dalam dukungan terhadap Paguyuban Keluarga Magetan Cabang Kutai Timur. Gazebo sekretariat paguyuban di Jalan Kaswari Munthe, Swarga Bara, diresmikan setelah pembangunannya mendapat bantuan dari Pemerintah Desa Swarga Bara. Data yang disampaikan pengurus saat itu menyebut 132 kepala keluarga asal Magetan yang berdomisili di Sangatta telah tergabung dalam grup komunikasi resmi paguyuban.

Wahyuddin memandang jejaring sosial yang dimiliki warga juga dapat digunakan untuk memperjuangkan program yang bermanfaat bagi desa. Menurut dia, pembangunan tidak semestinya hanya bertumpu kepada pemerintah desa karena sebagian kebutuhan memerlukan kebijakan dan sumber pembiayaan di luar kewenangan desa.

“Ayo sama-sama kita membangun desa ini. Jangan hanya berbicara desanya. Ada yang punya teman di dewan, ayo kita ke dewan. Ada yang bisa dekat dengan pemerintah kabupaten, ayo silakan,” ujarnya.

Ia menilai kerja bersama menjadi penting agar paguyuban tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul berdasarkan asal daerah, tetapi juga dapat melahirkan kegiatan seni, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan yang memberi manfaat lebih luas. Dukungan pemerintah desa kemudian ditempatkan sebagai salah satu bagian dalam ekosistem tersebut, berdampingan dengan swadaya masyarakat serta dukungan pemerintah kabupaten dan pihak swasta.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 20 ribu jiwa dan keberagaman budaya yang terus berkembang, Swarga Bara menghadapi tantangan untuk menjaga ruang bersama tetap terbuka sekaligus memastikan program desa berjalan sesuai prioritas. Melalui gotong royong, jejaring paguyuban, dan kolaborasi lintas pihak, pemerintah desa berharap keberagaman yang telah tumbuh bertahun-tahun dapat terus menjadi modal sosial untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus mendukung pembangunan desa.(RA/ADV/KUTIM).

Dibaca 887
Tags: DESA SWARGA BARAKOMUNITAS
Previous Post

Gugatan Rp75 Miliar Sengketa Lahan Muara Jawa Berlanjut, Tergugat Ungkap Skema Pinjam Pakai

Next Post

Rumah Warga Sepaso Selatan Retak, Getaran Blasting KPC Disorot

Next Post
Rumah Warga Sepaso Selatan Retak, Getaran Blasting KPC Disorot

Rumah Warga Sepaso Selatan Retak, Getaran Blasting KPC Disorot

Poskesdes Swarga Bara Perkuat Layanan Kesehatan

Poskesdes Swarga Bara Perkuat Layanan Kesehatan

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Layanan Iklan Hubungi: +62 896 5288 8884 Email: inisudutkata@gmail.com

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In