KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Jalan menuju sekolah bagi pelajar di kecamatan Kutai Timur (Kutim) diharapkan semakin mudah dengan dukungan dunia usaha. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan melalui program CSR dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membantu penyediaan bus sekolah.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, mengatakan pemerintah daerah telah menjalankan program bus pelajar gratis di Sangatta. Program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Kutai Timur yang dijabarkan dalam 50 program prioritas. Namun, armada yang tersedia saat ini baru satu unit sehingga pengembangan layanan membutuhkan dukungan tambahan.
Pemerintah daerah melalui Dishub sebenarnya telah merencanakan pengadaan satu unit bus lagi pada 2027. Rencana tersebut telah disusun dalam RKPD 2027. Meski demikian, kebutuhan pelayanan transportasi pelajar yang tersebar di berbagai kecamatan membuka peluang penambahan armada melalui kolaborasi bersama dunia usaha.
“Untuk tahun depan ini yang sudah kami susun pada RKPD 2027 ini masih satu unit, mudah-mudahan masih bisa kita perjuangkan untuk bertambah,” kata Masrianto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).
Salah satu skema yang dipertimbangkan adalah keterlibatan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur. Perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui program CSR maupun TJSL untuk mendukung penyediaan transportasi sekolah, khususnya bagi anak-anak di kecamatan sekitar wilayah operasional perusahaan.
Menurut Masrianto, peluang tersebut akan menjadi bahan masukan kepada Wakil Bupati Kutai Timur dalam kapasitasnya sebagai Ketua TJSL. Harapannya, kebutuhan bus sekolah dapat menjadi salah satu program yang diprioritaskan dalam kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan.
“Ini juga akan kita berikan masukan kepada beliau agar juga bisa dapat diprioritaskan diadakan melalui program TJSL-CSR ke depan untuk bus sekolah anak-anak kita yang ada di kecamatan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan perusahaan dinilai dapat menjadi jalan untuk mempercepat penambahan armada tanpa hanya mengandalkan pengadaan melalui anggaran pemerintah daerah. Terlebih, cakupan wilayah Kutai Timur yang luas membuat kebutuhan transportasi antarkawasan tidak dapat dipenuhi sekaligus.
Saat ini layanan bus pelajar gratis masih difokuskan di perkotaan Sangatta. Armada yang tersedia melayani koridor Soekarno-Hatta, SMK Negeri 2 hingga Sangatta Lama dan dioperasikan langsung oleh Dishub Kutim.
Untuk perluasan ke kecamatan, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur. Armada yang direncanakan pada 2027 tidak lagi menggunakan bus listrik, melainkan bus konvensional. Pilihan tersebut diambil karena fasilitas pendukung kendaraan listrik belum tersedia secara memadai di wilayah kecamatan.
Lokasi pelayanan armada berikutnya belum ditetapkan. Dishub akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memetakan wilayah yang membutuhkan layanan sehingga armada dapat ditempatkan berdasarkan kebutuhan pelajar.
Dengan membuka peluang dukungan CSR dan TJSL, Dishub berharap penambahan bus sekolah tidak hanya bergantung pada satu unit yang direncanakan melalui RKPD 2027. Keterlibatan perusahaan diharapkan mempercepat pemerataan pelayanan transportasi gratis bagi pelajar hingga kecamatan-kecamatan Kutai Timur. (TA/ADV/KUTIM).



