SAMARINDA, sudutkata.com – Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) VIII mengusulkan 59 cabang olahraga dengan 1.014 nomor pertandingan untuk dipertandingkan di Kabupaten Paser pada 14-27 November 2026. Jumlah itu lebih sedikit dibanding usulan awal KONI Kaltim yang menghendaki 64 cabang olahraga.
Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan secara resmi oleh PB Porprov kepada KONI Kaltim. Surat bernomor 09/PB.Porprov/XI/2026 itu diterima pada Rabu sore, 2 September 2026.
“Kemarin sore kita sudah menerima surat dari PB Porprov terkait jumlah cabor dan nomor tanding yang akan dipertandingkan,” kata Anderiy, Kamis, 3 September 2026.
Setelah menerima surat itu, KONI Kaltim akan meneruskan informasi mengenai jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan kepada seluruh KONI kabupaten dan kota. Langkah tersebut dilakukan agar daerah segera menyesuaikan persiapan kontingen menuju Porprov VIII.
Anderiy mengatakan penetapan usulan 59 cabang olahraga bukan keputusan yang diambil secara sepihak. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan hasil pembahasan panjang yang melibatkan PB Porprov, KONI Kaltim, serta pemerintah daerah.
Pembahasan dilakukan melalui sejumlah pertemuan langsung, rapat daring, hingga audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur. Salah satu pertimbangan utama adalah keterbatasan anggaran yang tersedia untuk penyelenggaraan Porprov.
“Saya pastikan tidak ada intervensi. Keputusan usulan ini berdasarkan keterbatasan anggaran dan pertimbangan efisiensi, supaya pelaksanaan Porprov tetap terlaksana,” ujar Anderiy.
KONI Kaltim, kata dia, sebelumnya telah menyampaikan masukan agar seluruh 64 cabang olahraga tetap dipertandingkan. Namun, kemampuan keuangan daerah menjadi faktor yang membuat usulan tersebut tidak seluruhnya dapat diakomodasi.
“Kami dari KONI Kaltim sebenarnya juga sudah memberikan masukan ke PB Porprov. Harapannya bisa mempertimbangkan untuk mempertandingkan 64 cabor. Tapi karena kondisi fiskal dan kemampuan APBD provinsi, kami juga tidak bisa berharap banyak,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, KONI Kaltim memilih menerima usulan 59 cabang olahraga agar pelaksanaan Porprov tidak mengalami penundaan.
Anderiy menyebut tekanan anggaran juga dialami sejumlah provinsi lain. Bahkan, menurut dia, ada daerah yang harus mempertimbangkan penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi hingga 2027 sekaligus mengurangi jumlah cabang olahraga.
Kaltim, kata dia, masih memiliki peluang untuk menyelenggarakan Porprov sesuai jadwal pada November tahun ini.
“Setidaknya kita di Kaltim bersyukur pelaksanaannya masih bisa berlangsung akhir tahun nanti. Semoga bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal,” sebut Anderiy.
Menurut dia, penundaan Porprov hingga 2027 berpotensi mengganggu tahapan pembinaan atlet. Jadwal pertandingan dikhawatirkan akan berdekatan dengan agenda Pra-PON sehingga atlet harus menghadapi kepadatan program dan persiapan.
Kondisi itu, kata Anderiy, dapat memengaruhi fokus latihan atlet serta meningkatkan risiko kelelahan dan cedera.
“Ini yang harus kita hindari, Semoga pelaksanaan Porprov bisa berlangsung sukses di Paser nanti, sehingga pembinaan atlet di masing-masing kabupaten kota bisa berjalan.” katanya
Ia mengatakan Porprov juga menjadi bagian dari proses seleksi dan penjaringan atlet potensial dari berbagai daerah di Kaltim. Atlet-atlet tersebut selanjutnya diproyeksikan untuk mengikuti ajang olahraga pada tingkat yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional.
“Misi kami untuk seleksi dan penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan ke ajang lebih tinggi seperti PON juga lebih profesional dan tepat sasaran,” ujar Anderiy.
Dalam usulan PB Porprov, terdapat lima cabang olahraga yang tidak masuk daftar pertandingan Porprov Kaltim VIII. Kelimanya adalah korfball indoor, ski air, barongsai, petanque, dan woodball.
Meski demikian, KONI Kaltim membuka kemungkinan jalan tengah bagi pengurus cabang olahraga tersebut. Anderiy mengatakan pihaknya akan memanggil masing-masing pengurus untuk membicarakan kemungkinan penyelenggaraan pertandingan secara mandiri.
“Kami dari KONI Kaltim akan mencoba memanggil masing-masing pengurusnya,” kata Anderiy.
Ia mengatakan cabang olahraga yang tetap ingin menggelar pertandingan dapat mempertimbangkan pembiayaan mandiri. Pelaksanaannya pun tidak harus dilakukan di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah utama Porprov.
“Jika mereka tetap ingin dipertandingkan, silakan dengan biaya mandiri, dan boleh dilaksanakan di Balikpapan atau Samarinda, tidak harus di Kabupaten Paser,” pungkas Anderiy. (*)





