SANGATTA, sudutkata.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah, mengingatkan guru dan orang tua agar memperkuat fondasi pendidikan anak sejak usia dini. Menurut dia, pembentukan karakter, kecerdasan, dan kemampuan sosial anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga.
Pesan itu disampaikan Siti Robiah saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Olahraga Kudungga, Sangatta, Selasa, 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.550 siswa taman kanak-kanak dari Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan bersama guru serta orang tua.
“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. Ini menjadi pengingat bahwa masa usia dini merupakan periode emas yang menentukan perkembangan anak di masa depan,” kata Siti Robiah.
Ia meminta seluruh satuan PAUD dan taman kanak-kanak menerapkan konsep sekolah ramah anak. Menurut dia, lingkungan belajar harus mampu memberi rasa aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga anak dapat tumbuh sekaligus belajar tanpa tekanan.
Peran guru, kata dia, tidak berhenti sebagai pengajar. Guru juga dituntut menjadi figur yang mampu membangun rasa percaya diri dan memberikan perlindungan bagi anak selama berada di lingkungan sekolah.
Siti Robiah menilai pengalaman yang diperoleh anak pada jenjang PAUD menjadi dasar bagi keberhasilan mereka menempuh pendidikan berikutnya. Karena itu, kualitas layanan pendidikan usia dini perlu mendapat perhatian serius.
Di sisi lain, ia mengingatkan tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya berada di tangan sekolah. Orang tua tetap memegang peran utama karena anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dibandingkan di ruang kelas.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk karakter mereka,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi orang tua yang telah menyekolahkan anak di PAUD sebagai bagian dari dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun. Menurut dia, pendidikan sejak usia dini membantu anak lebih siap secara mental, sosial, dan emosional sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Menutup sambutannya, Siti Robiah berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan keluarga terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi Kutai Timur yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)


