Jurnalis Kaltim Promosikan Berau Lewat Karya Jurnalistik, Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif Daerah

Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, menjadi salah satu destinasi yang akan dikunjungi peserta Jurnalis Trip Kaltim pada pertengahan Juli mendatang. Pulau ini dikenal dengan keindahan alam bahari dan danau ubur-ubur yang menjadi daya tarik wisata unggulan Kalimantan Timur. (Foto: Indra/Sudutkata.com)
BERAU, sudutkata.com, – Potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Berau kembali mendapat sorotan melalui kegiatan Jurnalis Trip Kaltim bertajuk “Exploring Kabupaten Berau”. Kegiatan yang melibatkan jurnalis dari berbagai media cetak, online, dan elektronik di Kalimantan Timur tersebut menjadi upaya memperkuat promosi daerah melalui karya-karya jurnalistik yang informatif dan inspiratif.
Selama beberapa hari, para peserta tidak hanya mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan, tetapi juga menggali berbagai cerita tentang kehidupan masyarakat, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Berau.
Ketua Panitia Jurnalis Trip Kaltim, Yani, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para jurnalis agar mampu menyajikan informasi yang lebih utuh dan mendalam kepada publik.
Menurut Yani, media memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun citra positif destinasi wisata di mata masyarakat luas.
“Melalui Jurnalis Trip Kaltim ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Berau tidak hanya memiliki destinasi wisata kelas dunia seperti Maratua, Kakaban, Derawan, dan Sangalaki, tetapi juga memiliki kekuatan pada sektor UMKM, budaya, serta kuliner khas yang menjadi identitas masyarakat lokal,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran para jurnalis diharapkan dapat membantu memperluas promosi daerah melalui berbagai karya jurnalistik yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Ketika jurnalis melihat dan merasakan langsung potensi daerah, informasi yang disampaikan kepada publik akan lebih komprehensif, objektif, dan memiliki nilai edukasi yang lebih kuat,” ujarnya.
Selain mengeksplorasi destinasi wisata bahari yang menjadi ikon Berau, para peserta juga diajak melihat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Salah satu yang mendapat perhatian adalah Kelompok Mentarai Bohesilian yang mengembangkan berbagai produk berbasis potensi lokal sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Para jurnalis juga berkesempatan mengenal beragam kuliner khas Berau yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luar daerah. Mulai dari olahan kepiting rajungan, Tehe-Tehe berbahan dasar bulu babi, hingga Balelo yang menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat pesisir.
Menurut Yani, promosi daerah saat ini tidak hanya berbicara mengenai keindahan alam, tetapi juga harus mampu mengangkat cerita tentang masyarakat, budaya, dan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi.
“Wisata yang berkelanjutan tidak hanya menghadirkan wisatawan, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Karena itu, UMKM dan budaya daerah perlu mendapat ruang yang sama dalam setiap upaya promosi,” ungkapnya.
Selain itu, para peserta juga menikmati keindahan bawah laut Berau yang dikenal memiliki ekosistem terumbu karang yang masih terjaga serta menjadi habitat berbagai biota laut, termasuk penyu hijau dan penyu sisik di kawasan Derawan dan Sangalaki.
Melalui kegiatan ini, para jurnalis diharapkan dapat menghasilkan berbagai karya yang mampu memperkenalkan potensi Kabupaten Berau dari berbagai sudut pandang, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur.
Dengan dukungan publikasi media yang berkelanjutan, potensi wisata, kuliner, budaya, dan UMKM Kabupaten Berau diharapkan semakin dikenal luas serta mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (Indra)
