Puluhan Titik Koperasi Merah Putih Disiapkan di Samarinda, DPRD Minta Dikelola Profesional

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Harapan Baru, Samarinda, yang diresmikan sebagai pusat pengembangan ekonomi masyarakat berbasis koperasi, Sabtu (16/5/2026). Program tersebut diharapkan memperkuat akses kebutuhan pokok dan pemberdayaan usaha warga di tingkat kelurahan. (dokumen sudutkata)
SAMARINDA, sudutkata.com – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyambut positif program Koperasi Merah Putih yang mulai dikembangkan pemerintah di tingkat desa dan kelurahan. Program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto itu dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses layanan dasar bagi warga.
Celni menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar serentak dari Kelurahan Harapan Baru, Samarinda, Sabtu, 16/5/2026.

Menurut dia, Pemerintah Kota Samarinda memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi karena dinilai mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Nantinya bukan hanya menyediakan sembako murah, tetapi juga ada layanan lain seperti bazar hingga klinik kesehatan,” kata Celni.
Ia mengatakan, keberadaan koperasi di tingkat kelurahan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi bahan pokok, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Saat ini, kata Celni, puluhan titik koperasi telah dipersiapkan di Samarinda. Dari total 59 kelurahan, sebanyak 21 lokasi masih dalam tahap proses pengembangan dan dua koperasi telah selesai dibangun.
“Program ini diharapkan bisa menjangkau seluruh kelurahan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Celni juga menilai koperasi Merah Putih harus mampu membuka ruang pemberdayaan bagi petani dan pelaku usaha lokal. Menurut dia, hasil pertanian masyarakat perlu diserap secara optimal agar perputaran ekonomi daerah dapat berjalan lebih kuat.
Ia menegaskan koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus memberikan manfaat yang seimbang bagi produsen maupun konsumen.
“Koperasi harus mampu memberikan keuntungan yang adil bagi petani, tetapi harga untuk masyarakat juga tetap terjangkau,” katanya.
Selain itu, Celni berharap pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan melibatkan sumber daya manusia lokal. Dengan demikian, dampak ekonomi dari program tersebut dinilai dapat langsung dirasakan masyarakat Samarinda.
“Yang paling penting pengelolaannya harus transparan dan benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkas Celni. (In)
