Celni Pita Sari: Pengawasan Anak Tak Bisa Hanya Dibebankan ke Sekolah

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari. (sumber ig. Celni)

SAMARINDA, sudutkata.com – Meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja dan kasus perundungan di lingkungan pendidikan membuat DPRD Kota Samarinda meminta sekolah memperkuat pengawasan terhadap siswa. DPRD menilai pengawasan terhadap perilaku anak tidak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga di rumah.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan perkembangan media sosial menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku remaja saat ini. Menurut dia, anak-anak kini sangat mudah terpapar berbagai informasi dan interaksi digital yang belum tentu berdampak positif.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan media sosial. Karena itu pengawasan dari sekolah dan orang tua harus berjalan bersama,” kata Celni.

Ia menilai komunikasi antara sekolah dan orang tua perlu diperkuat agar perubahan perilaku siswa dapat lebih cepat terdeteksi. Dengan pengawasan yang berjalan seiring, potensi kenakalan remaja maupun perundungan di lingkungan sekolah diharapkan bisa ditekan.

“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua juga harus aktif memantau pergaulan dan aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial mereka,” ujarnya.

Selain pengawasan, DPRD juga meminta sekolah memperkuat layanan konseling bagi siswa. Celni mengatakan fasilitas pendampingan psikologis dan ruang konsultasi penting agar siswa memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami.

Menurut dia, keberadaan guru bimbingan konseling harus dimaksimalkan untuk membantu siswa menghadapi tekanan sosial maupun persoalan pribadi yang berpotensi memicu konflik di lingkungan sekolah.

“Kami berharap sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang,” kata Celni. (In)