Terminal Tipe A Samarinda Seberang Perketat Pengawasan Armada Selama Posko Angkutan Lebaran 2026

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, menegaskan pihaknya memperketat pengawasan terhadap armada bus selama pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan keselamatan penumpang.
Menurut Yunita, pihak terminal secara rutin melakukan evaluasi bersama para pemangku kepentingan, sekaligus melakukan pembenahan dari sisi pelayanan kepada masyarakat.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu melakukan evaluasi bersama stakeholder terkait. Khusus di terminal ini kami juga mengevaluasi internal staf, mulai dari pelayanan, ketersediaan armada, pengaturan lalu lintas, hingga fasilitas seperti toilet bersih, ruang pendukung, dan jaringan internet,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, jaringan internet menjadi salah satu fasilitas penting karena seluruh data operasional terminal kini diinput secara real-time dan dapat dipantau langsung melalui layar di posko pengawasan.
“Pendataan keberangkatan, kedatangan penumpang, hingga armada dilakukan secara real-time. Data itu kami tampilkan di televisi di posko, sehingga bisa dibandingkan juga dengan data tahun sebelumnya,” jelasnya.
Posko Angkutan Lebaran di terminal tersebut telah mulai beroperasi sejak 13 Maret dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Maret 2026. Sementara puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 20 hingga 21 Maret.
“Kami memperkirakan puncak pergerakan penumpang terjadi pada tanggal 20 dan 21 Maret. Kami terus memantau agar tiket tetap tersedia, namun jika habis berarti armada dari perusahaan otobus (PO) sudah penuh,” katanya.
Yunita menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 76 unit armada milik berbagai perusahaan otobus yang terdaftar. Namun tidak seluruhnya beroperasi setiap hari karena sebagian digunakan untuk trayek antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun cadangan operasional.
Dalam rangka menjamin keselamatan perjalanan, Terminal Tipe A Samarinda Seberang mewajibkan seluruh armada yang akan berangkat menjalani pemeriksaan rutin atau ramp check, termasuk pengecekan dokumen perjalanan.
“Setiap armada yang akan berangkat wajib menjalani ramp check. Kami juga memeriksa dokumen seperti kartu pengawasan dan bukti uji laik jalan. Jika ditemukan dokumen mati atau tidak diperpanjang, maka kami akan tilang atau meminta PO mengganti armada,” tegasnya.
Ia mengatakan kebijakan tersebut telah disosialisasikan kepada perusahaan otobus lebih dari dua minggu sebelum posko dibuka, bahkan sudah diterapkan secara konsisten sejak satu tahun terakhir.
“Kalau ada yang tidak memenuhi syarat, pilihannya hanya dua: diganti armadanya atau ditilang. Kami beri waktu sekitar satu jam setelah jadwal pemeriksaan untuk melengkapi dokumen,” katanya.
Yunita menambahkan, hingga saat ini masih ditemukan beberapa armada yang dokumennya belum lengkap, seperti kartu pengawasan yang telah diperpanjang namun belum dibawa oleh pengemudi.
“Dokumen harus melekat pada pengemudi. Kalau tidak ada fisiknya, minimal soft file harus bisa ditunjukkan. Kalau tidak bisa membuktikan, tetap kami tindak,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data awal posko, jumlah penumpang mulai menunjukkan peningkatan dibanding hari-hari biasa.
Pada hari pertama posko, 13 Maret, tercatat sembilan unit bus diberangkatkan dengan sekitar 147 penumpang. Hari berikutnya jumlah armada meningkat menjadi 12 unit dengan jumlah penumpang mencapai lebih dari 200 orang.
“Di hari normal biasanya penumpang hanya sekitar 50 sampai 60 orang per hari. Sekarang sudah mulai meningkat. Kami akan terus memantau apakah tren ini akan meningkat tajam menjelang puncak arus mudik,” pungkasnya. (iN)
