Trotoar Samarinda Rusak dan Dipenuhi Hambatan, DPRD Minta Penertiban

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar. (dok.Sk)
SUDUTKATA.COM, sudutkata.com – Kondisi trotoar di sejumlah ruas jalan utama Kota Samarinda mulai banyak dikeluhkan warga. Selain mengalami kerusakan, sebagian jalur pedestrian juga dinilai tidak nyaman digunakan karena dipenuhi kendaraan parkir dan aktivitas pedagang liar.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan fasilitas pedestrian agar lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Menurut dia, trotoar seharusnya menjadi ruang publik yang dapat digunakan masyarakat tanpa hambatan.
“Kalau trotoar tidak nyaman digunakan, masyarakat akhirnya turun ke jalan dan itu tentu berbahaya,” kata Anhar, Selasa, 19/05/2026.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan penataan kawasan pedestrian di Samarinda. Padahal, keberadaan trotoar yang layak dinilai penting untuk mendukung keselamatan masyarakat, terutama di kawasan dengan lalu lintas padat.
Anhar mengatakan trotoar tidak seharusnya dipenuhi kendaraan parkir maupun aktivitas yang mengganggu fungsi utama jalur pejalan kaki. Menurut dia, penataan perlu dilakukan secara tegas agar fasilitas umum bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Trotoar itu hak pejalan kaki. Jangan sampai ruang yang seharusnya aman justru dipakai untuk kepentingan lain,” ujarnya.
Selain meminta pembenahan infrastruktur, Anhar juga mendorong adanya penertiban terhadap pihak-pihak yang menggunakan trotoar tidak sesuai peruntukan. Ia menilai penegakan aturan penting dilakukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Menurut dia, upaya menciptakan kota yang ramah bagi masyarakat tidak hanya bergantung pada pembangunan jalan, tetapi juga kualitas fasilitas pedestrian yang tersedia.
“Penataan kawasan pedestrian harus menjadi perhatian serius kalau kita ingin menciptakan kota yang lebih tertib dan nyaman untuk masyarakat,” katanya.
Anhar berharap pemerintah kota dapat melakukan perbaikan trotoar secara bertahap di berbagai titik yang mengalami kerusakan maupun penyalahgunaan fungsi. Ia menilai keberadaan jalur pedestrian yang baik akan mendukung mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas tata kota Samarinda.
“Pejalan kaki juga harus mendapat perhatian. Kota yang baik itu kota yang memberikan ruang aman bagi semua pengguna jalan,” ucapnya. (In)
