BERAU, Sudutkata.com – Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di Indonesia. Hamparan laut biru yang jernih, terumbu karang yang masih alami, serta kekayaan biota bawah laut menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan domestik hingga mancanegara terus berdatangan.
Salah seorang wisatawan asal Samarinda, Kritaya Zenaida Rizani, mengaku hampir setiap tahun menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di Pulau Maratua. Menurutnya, pulau terluar di Kabupaten Berau itu menawarkan suasana yang tenang dan menyatu dengan alam sehingga cocok menjadi tempat untuk melepas penat.

“Maratua merupakan destinasi yang paling dekat dari Samarinda. Dengan pesawat, perjalanan hanya sekitar satu jam. Memang harga tiketnya cukup mahal, tetapi menurut saya sepadan. Tempat ini sangat cocok untuk healing karena benar-benar menyatu dengan alam,” ujar Kritaya saat ditemui awak media di Pratasaba Resort, Rabu (15/7/2026).
Ia mengaku lebih memilih berlibur di Maratua dibandingkan ke luar Pulau Kalimantan. Selain menikmati udara yang bersih, ia dan keluarganya dapat berenang setiap hari serta menikmati aneka hidangan laut segar.
Meski belum memiliki lisensi menyelam, Kritaya beberapa kali menikmati keindahan bawah laut Maratua melalui aktivitas snorkeling. Menurutnya, terumbu karang di sekitar resort sudah sangat memukau. Bahkan, Maratua memiliki lebih dari 20 titik penyelaman yang menjadi incaran penyelam dari berbagai negara.
“Saya melihat banyak ikan dan terumbu karang. Pada kunjungan sebelumnya ikan-ikannya sangat banyak, mulai dari ikan nemo hingga ikan berukuran besar,” katanya.
Kritaya menambahkan, wisatawan dapat memilih akses menuju Maratua melalui penerbangan langsung maupun jalur darat. Penerbangan lebih cepat, sedangkan jalur darat menjadi pilihan yang lebih ekonomis meski memerlukan waktu tempuh lebih lama.
Untuk akomodasi, wisatawan dapat menginap di homestay milik warga dengan tarif sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per malam. Sementara resort di Maratua menawarkan tarif mulai sekitar Rp1,3 juta per malam.
Selain Maratua, ia juga merekomendasikan wisatawan mengunjungi Pulau Sangalaki dan Pulau Kakaban. Menurutnya, Pulau Kakaban menjadi destinasi wajib karena memiliki danau ubur-ubur tidak menyengat (stingless jellyfish) yang langka dan hanya terdapat di beberapa lokasi di dunia.
Ia berharap pengembangan infrastruktur menuju kawasan wisata di Berau, termasuk Kaniungan dan Biduk-Biduk, terus ditingkatkan agar semakin mudah dijangkau wisatawan.
“Kalimantan Timur sebenarnya memiliki banyak surga wisata. Mudah-mudahan ke depan infrastrukturnya semakin baik sehingga semakin banyak wisatawan yang datang,” tuturnya.
Keindahan Pulau Maratua juga memikat wisatawan asal Eropa. Olivier dan Valery dari Swiss, Saskia dari Belgia, serta Tommy mengaku terpesona dengan pengalaman mereka selama tiga hari menjelajahi pulau tersebut.
Bagi mereka, aktivitas snorkeling dan diving menjadi pengalaman yang paling berkesan. Olivier mengatakan dirinya sangat senang dapat melihat hiu dan penyu secara langsung di habitat alaminya.
Menurut Olivier, kunjungan ke Maratua merupakan pengalaman pertama mereka ke pulau tersebut sekaligus perjalanan kedua ke Indonesia setelah sebelumnya mengunjungi Pulau Jawa dan Bunaken di Sulawesi.
“Tempat ini sangat indah. Ikannya ada di mana-mana, makanannya enak, dan sangat cocok untuk menyelam ataupun snorkeling. Bahkan jika hanya ingin bersantai di resort tanpa melakukan aktivitas apa pun, Maratua tetap menjadi tempat yang luar biasa untuk menikmati liburan,” ujarnya.
Ia menilai Maratua merupakan destinasi yang layak direkomendasikan bagi siapa pun yang menyukai wisata bahari.
Keindahan alam yang masih terjaga, kekayaan biota bawah laut, serta suasana yang tenang menjadikan Pulau Maratua sebagai salah satu ikon wisata unggulan Kalimantan Timur yang semakin diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. (iN)


