Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
SUDUTKATA.COM
Advertisement
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
SUDUTKATA.COM
No Result
View All Result

Rudy Mas’ud Resmikan JPP Simpang Perdau–Tepian Langsat, Konektivitas Kutim Makin Terbuka

Redaksi by Redaksi
20 Agustus 2026
in KALTIM
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bersama Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Presiden Direktur serta CEO PT Kaltim Prima Coal (KPC) Muhammad Rudy saat meresmikan Jalan Pengalih Simpang Perdau-Tepian Langsat (Biro Adpim Pemprov Kaltim/Istimewa)

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bersama Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Presiden Direktur serta CEO PT Kaltim Prima Coal (KPC) Muhammad Rudy saat meresmikan Jalan Pengalih Simpang Perdau-Tepian Langsat (Biro Adpim Pemprov Kaltim/Istimewa)

Dibaca 1,506

SAMARINDA, sudutkata.com, – Akses transportasi baru di Kabupaten Kutai Timur resmi dibuka. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meresmikan pengoperasian Jalan Pengalih Permanen (JPP) pada ruas Jalan Nasional Simpang Perdau–Tepian Langsat, Rabu (19/8/2026).

Jalan sepanjang 18,6 kilometer itu menjadi jalur penghubung baru bagi masyarakat sekaligus diharapkan memperkuat konektivitas serta mendukung aktivitas perekonomian di wilayah Kutai Timur.

Peresmian dilakukan Rudy Mas’ud bersama Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Presiden Direktur serta CEO PT Kaltim Prima Coal (KPC) Muhammad Rudy. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi vertikal, TNI-Polri, pimpinan OPD Pemprov Kaltim, jajaran Forkopimda Kutai Timur, serta Plt. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Akmizal.

Dalam kesempatan itu, Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan pengganti, khususnya KPC, Kaltim Nusantara Coal (KNC), serta kementerian terkait yang memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur tersebut.

Menurut Rudy, ketersediaan jalan yang layak dan aman merupakan bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran KPC, KNC, dan semua kementerian yang telah mendukung pembangunan jalan pengganti ini,” katanya.

Ia menggambarkan keberadaan jalan seperti urat nadi dalam tubuh. Ketika akses transportasi terganggu, berbagai persoalan dapat muncul dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

“Kebermanfaatan jalan ini seperti urat nadi. Kalau dia tersumbat, keluar penyakitnya macam-macam, aneh-aneh. Begitu juga dengan jalan,” ujarnya.

Sebaliknya, infrastruktur jalan yang baik dinilai mampu memperlancar mobilitas orang dan barang, membuka peluang investasi, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jalan yang baik akan mendorong pertumbuhan investasi, perusahaan semakin maju, dan masyarakat memperoleh lebih banyak manfaat,” katanya.

Rudy Mas’ud juga menegaskan bahwa pembangunan jalan pengganti tidak semata-mata untuk menunjang kepentingan perusahaan. Akses masyarakat harus tetap menjadi perhatian, terutama dari aspek keamanan dan kenyamanan.

“Jangan sampai batubaranya bisa keluar, masyarakatnya malah tidak bisa keluar karena akses jalan rusak dan hancur akibat kegiatan pertambangan dan blasting,” tegasnya.

Meski menilai kondisi JPP yang telah dibangun cukup baik, mulus, dan relatif rata, Rudy memberikan sejumlah catatan kepada pihak terkait.
Salah satunya mengenai kebutuhan lampu penerangan jalan umum di sepanjang jalur tersebut. Menurutnya, penerangan diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya saat malam hari.

“Pertama, perusahaan diminta menyiapkan lampu penerangan jalan umum demi keamanan dan keselamatan,” katanya.

Rudy juga meminta kepolisian melakukan pengawasan secara rutin agar jalur tersebut tidak digunakan untuk kegiatan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Kepolisian juga diminta secara rutin menjaga jalur tersebut agar tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya, seperti balap liar dan kegiatan sejenis,” ujarnya.

Selain JPP Simpang Perdau–Tepian Langsat, Rudy meminta KPC segera melanjutkan pembangunan jalan pengganti untuk rute Sangatta–Simpang Perdau.

Jalur sepanjang sekitar 14 kilometer tersebut masih memiliki sejumlah titik yang mengalami longsor. Karena itu, pembangunan akses lanjutan dinilai penting untuk menjaga konektivitas kawasan sekaligus mencegah munculnya persoalan akses di kemudian hari.

“KPC juga harus segera membangun jalan pengganti selanjutnya untuk rute Sangatta–Simpang Perdau, sekitar 14 kilometer. Di jalur tersebut masih terdapat sejumlah titik jalan yang mengalami longsor,” katanya.

Rudy berharap pembangunan infrastruktur jalan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyediakan akses transportasi yang mampu menunjang kegiatan ekonomi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO KPC Muhammad Rudy mengatakan pengoperasian JPP Simpang Perdau–Tepian Langsat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Ia menyebut konektivitas sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Kehadiran jalan tersebut diharapkan bukan hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Keberhasilan pengoperasian jalan pengganti ini dapat terwujud berkat kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha. Konektivitas merupakan fondasi pembangunan daerah,” kata Muhammad Rudy.

Menurutnya, pembangunan jalan membutuhkan waktu sekitar dua tahun dengan PT Wijaya Karya (Wika) sebagai perusahaan pelaksana. Pembangunan dilakukan dengan mengacu pada standar jalan nasional serta telah melewati proses audit dan verifikasi keselamatan jalan.

“Jalan ini dibangun dalam waktu dua tahun. Perusahaan pelaksananya adalah PT Wijaya Karya. Jalan ini dibangun dengan standar jalan nasional dan sudah melalui proses audit verifikasi keselamatan jalan,” jelasnya.

Muhammad Rudy menambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam memberikan nilai tambah serta kontribusi ekonomi berkelanjutan bagi Kutai Timur dan Kalimantan Timur.

“Ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memberikan nilai tambah dan kontribusi ekonomi berkelanjutan bagi Kutai Timur dan Kalimantan Timur. Semoga jalan ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, trase jalan pengganti tersebut memiliki panjang 22,05 kilometer. Infrastruktur itu terdiri dari 3,45 kilometer Jalan Pengalih Sementara (JPS) dengan konstruksi flexible pavement dan 18,6 kilometer Jalan Pengalih Permanen (JPP).

Dari total JPP sepanjang 18,6 kilometer, sepanjang 12,85 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement, sedangkan 5,35 kilometer menggunakan konstruksi cakar ayam modifikasi. Pembangunan juga mencakup Jembatan Kanguru atau underpass sepanjang 40 meter serta 24 box culvert.

Selain itu, terdapat underpass beton di STA 14+700 Tepian Langsat yang dibangun Kaltim Nusantara Coal, salah satu unit usaha Ithaca Resources. (iN)

Tags: KPCTAMBANG
Previous Post

Raperda Jasa Lingkungan Kaltim Disiapkan, Pendapatan dari Lingkungan untuk Konservasi

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Layanan Iklan Hubungi: +62 896 5288 8884 Email: inisudutkata@gmail.com

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In