SAMARINDA, sudutkata.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Provinsi Kalimantan Timur, Irhamsyah menyatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur Kaltim terkait perbaikan fasilitas di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya penerangan jalan dan kebersihan kawasan jembatan.

Usai melakukan survei lapangan pada Senin malam, Irhamsyah mengatakan kondisi jembatan secara umum masih cukup baik meski terdapat sejumlah kerusakan yang harus segera ditangani.
“Kami sudah melakukan survei pada sore hingga malam hari. Alhamdulillah kondisinya masih cukup baik meskipun belum sempurna. Tadi malam kami juga berdialog dengan masyarakat dan mereka menyampaikan apresiasi atas percepatan penanganan yang dilakukan pemerintah,” ujarnya saat ditemui, Selasa (21/07/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat sekitar 16 titik lampu yang mengalami gangguan. Pada jalan pendekat, lampu menggunakan jaringan listrik PLN. Di sisi Loa Buah terdapat sekitar enam titik yang tidak menyala, sedangkan di sisi lainnya sekitar sepuluh titik mengalami kondisi serupa.
Sementara itu, lampu pada bentang utama jembatan menggunakan sistem tenaga surya (solar cell). Beberapa unit lampu sudah redup atau mati sehingga memerlukan penggantian kepala lampu.
“Sebagian besar penyebab lampu tidak menyala karena saklar atau MCB hilang. Ada juga lampu yang sudah redup sehingga perlu diganti. Sesuai arahan Pak Gubernur, kami harus segera mengembalikan fungsi penerangan di Jembatan Mahulu,” jelasnya.
PUPR-Pera juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur. Pembagian tugas dilakukan agar penanganan dapat berlangsung lebih efektif.
“Nantinya Dinas Perhubungan akan menangani penerangan dan fasilitas di bagian bawah jembatan yang berkaitan dengan lalu lintas sungai, sedangkan PUPR akan fokus pada perbaikan fasilitas di bagian atas jembatan,” katanya.
Irhamsyah mengakui masih terdapat kabel, saklar, hingga komponen kelistrikan yang hilang akibat pencurian maupun kerusakan. Meski demikian, pihaknya menargetkan perbaikan dapat segera dilaksanakan dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia.
“Kami masih menghitung kebutuhan anggarannya. Nilainya kemungkinan tidak terlalu besar, tetapi tetap harus dihitung secara rinci sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Selain penerangan, PUPR-Pera juga memberi perhatian terhadap kebersihan jembatan yang dinilai sudah memerlukan penanganan.
“Kondisi jembatan juga terlihat cukup kotor. Kami sedang menghitung kebutuhan untuk pembersihan secara menyeluruh karena aspek kebersihan juga penting demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Untuk mencegah kerusakan dan pencurian fasilitas terulang kembali, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di kawasan jembatan.
“Arahan Pak Gubernur agar dipasang CCTV sehingga aset daerah bisa diawasi dengan lebih baik. Selain itu kami juga mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang ada,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi masukan dari masyarakat yang telah menyampaikan kondisi Jembatan Mahulu secara langsung kepada pemerintah.
Menurutnya, informasi tersebut sangat membantu percepatan penanganan karena pemerintah tidak dapat melakukan pengawasan setiap saat.
“Masukan masyarakat sangat kami apresiasi. Informasi dari mereka menjadi dasar bagi kami untuk segera menindaklanjuti berbagai permasalahan di lapangan,” tutup Irhamsyah. (iN)





