SAMARINDA, sudutkata.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan produksi ikan hasil tangkapan nelayan lokal mampu memenuhi kebutuhan bahan baku untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kaltim.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Petrijansyah Noor, mengatakan hasil tangkapan nelayan di berbagai perairan Kaltim saat ini telah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein utama bagi penerima manfaat program MBG.
“Hasil tangkapan nelayan di perairan Kalimantan Timur melimpah dan kini diserap langsung sebagai sumber gizi utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Petrijansyah di Samarinda, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini Program MBG di Kalimantan Timur telah menjangkau 332.474 penerima manfaat yang dilayani oleh 145 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran program tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian nelayan karena meningkatnya permintaan ikan lokal.
“Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi hasil tangkapan nelayan daerah,” katanya.
Menurutnya, meskipun pengelolaan volume kebutuhan ikan berada di masing-masing SPPG, pemerintah daerah menjamin ketersediaan pasokan ikan lokal tetap aman untuk memenuhi kebutuhan dapur sehat.
“Pasokan ikan dari nelayan daerah sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku program MBG,” tegasnya.
Petrijansyah menuturkan, jaminan pasokan tersebut didukung oleh tren produksi perikanan tangkap yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, produksi ikan mencapai 214.694 ton, kemudian naik menjadi 218.987 ton pada 2025. Sementara hingga semester pertama 2026, produksi telah menyentuh 111.200 ton. DKP Kaltim memproyeksikan total produksi perikanan tangkap pada akhir 2026 dapat mencapai 223.300 ton, seiring tren pertumbuhan produksi yang terus menunjukkan peningkatan.
“Kami memproyeksikan produksi perikanan tangkap pada akhir 2026 mencapai sekitar 223.300 ton dengan melihat tren kenaikan yang konsisten,” ungkap Petrijansyah.
Ia menjelaskan, proyeksi tersebut dihitung berdasarkan rata-rata pertumbuhan produksi perikanan tangkap sebesar 1,75 persen dalam kurun waktu 13 tahun terakhir.
“Perhitungan proyeksi tersebut didasarkan pada rata-rata pertumbuhan produksi perikanan tangkap sebesar 1,75 persen selama 13 tahun terakhir,” jelasnya.
Selain mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tingginya produksi perikanan Kalimantan Timur juga membuka peluang pasar ekspor. Produk perikanan daerah ini secara rutin dikirim ke sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, dan Malaysia.
“Produksi perikanan Kalimantan Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga tetap memiliki daya saing di pasar ekspor,” pungkasnya.
Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat, pemerintah optimistis sektor perikanan tangkap Kalimantan Timur akan tetap menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui Program Makan Bergizi Gratis maupun pasar ekspor. (iN)



