PJI Kaltim Apresiasi TNI-Polri, Pengamanan Demo di Samarinda Dinilai Humanis

Samarinda, Sudutkata.com – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang mengawal jalannya aksi demonstrasi di Kota Samarinda, Selasa, 21 April 2026. Pengamanan dinilai berlangsung humanis dan profesional sehingga unjuk rasa berjalan aman serta tertib.
Ketua PJI Kaltim, Jerison Togelang, mengatakan kehadiran aparat keamanan di lapangan tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat, peserta aksi, maupun jurnalis yang melakukan peliputan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri yang telah bertugas secara humanis dan profesional sehingga aksi demonstrasi di Samarinda hari ini berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Jerison, Selasa sore.
Menurut dia, pengamanan aksi demonstrasi dengan pendekatan persuasif menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga ruang demokrasi tetap sehat. Aparat, kata dia, dinilai mampu mengawal penyampaian aspirasi masyarakat tanpa menimbulkan ketegangan yang berlebihan.
Jerison menilai sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga jalannya aksi patut diapresiasi, terutama di tengah tingginya perhatian publik terhadap berbagai isu sosial dan kebijakan daerah.
“PJI Kaltim mengapresiasi pendekatan persuasif yang dikedepankan. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga demokrasi sekaligus menjaga Kalimantan Timur tetap kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, situasi yang aman dan kondusif selama aksi berlangsung juga membantu kerja-kerja jurnalistik di lapangan. Jurnalis dapat menjalankan tugas peliputan dengan lebih nyaman tanpa hambatan berarti.
Menurut Jerison, stabilitas keamanan saat aksi berlangsung menjadi elemen penting agar informasi yang sampai ke publik tetap akurat dan berimbang.
PJI Kaltim berharap pola komunikasi yang baik antara peserta aksi, masyarakat, dan aparat keamanan dapat terus dipertahankan dalam setiap agenda penyampaian pendapat di muka umum.
“Kolaborasi seperti ini penting untuk terus dijaga agar setiap penyampaian aspirasi tetap berjalan damai, demokratis, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijaga bersama, namun tetap perlu dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab.
Dengan pengamanan yang profesional dan pendekatan yang humanis, PJI Kaltim menilai Samarinda telah menunjukkan bahwa ruang demokrasi dapat berjalan beriringan dengan stabilitas keamanan daerah. (Mifa)
