Perjalanan Amanina Tour & Travel: Dari Sangatta Menuju Tanah Suci

Berangkat dari Kota Tambang
SUDUTKATA.COM, KUTAI TIMUR – Di tengah geliat kota tambang Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Sangatta, sebuah biro perjalanan ibadah tumbuh perlahan dengan pijakan yang nyaris tak terdengar. Namanya Amanina Tour & Travel.

Bagi sebagian warga, Amanina bukan hanya sekadar kantor travel. Tapi alamat menuju harapan, tempat menitipkan tabungan bertahun-tahun demi satu tujuan yakni menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Perjalanan usaha ini tidak lahir dari gemerlap industri haji dan umrah. Ia bermula dari loket kecil penjualan tiket pesawat domestik dan kapal laut pada 2011.
Saat itu, bentuk usahanya masih CV. Layanan yang diberikan sebatas ticketing dan perjalanan domestik. Namun fondasi bisnis itu menjadi pijakan penting untuk langkah berikutnya.
Dari CV ke PT, Memperluas Sayap
Tahun 2014 menjadi titik perubahan. Legalitas usaha ditingkatkan menjadi perseroan terbatas (PT). Di fase ini, Amanina mulai merambah sektor tur domestik.
Dua tahun berselang, tepatnya 2016, arah bisnis berubah lebih jauh. Amanina resmi masuk ke layanan umrah, haji, sekaligus tur internasional.
“Mulai satu karyawan sampai sekarang sembilan orang di kantor pusat,” ujar Pimpinan Amanina Tour & Travel, Hj. Sulasih, dalam wawancara khusus bersama reporter sudutkata

Dari Sangatta, perusahaan ini membangun jaringan perwakilan di sejumlah kota, Bontang Samarinda, Balikpapan, Tangerang, Yogyakarta, Bandung, hingga Ibu kota Negara Jakart. Pusat kendali tetap di Sangatta, namun jangkauan layanannya meluas.
Izin Lengkap dan Sistem Tertata
Dalam industri yang kerap diterpa kasus penipuan, legalitas menjadi kata kunci. Amanina mengklaim telah mengantongi izin umrah dan haji secara lengkap.
Menurut Sulasih, pengalaman panjang sejak 2016 menjadi modal penting membangun kepercayaan jamaah.
Ia menegaskan, sistem pelayanan disusun terstruktur, mulai konsultasi awal, pendaftaran, pengurusan dokumen, hingga pendampingan selama perjalanan.
Semua bangunan kantor, kata dia, kini telah menjadi milik sendiri. Sebuah simbol bahwa bisnis ini tumbuh dengan pijakan yang mantap.
Paket Favorit dan Harga Realistis
Dalam setiap bulan, Amanina memberangkatkan jamaah dua hingga lima kali. Paket yang ditawarkan beragam mulai dari umrah 9 hari, 12 hari, hingga umrah plus.
Program umrah plus mencakup tambahan kunjungan ke Malaysia, Dubai, dan Turki. Ada pula program “Tiga Masjid”: Masjid Al-Aqsa, Madinah, dan Makkah.
Untuk destinasi internasional, Turki menjadi salah satu paket paling diminati. Salah satu paket yang disebut sebagai “best seller” adalah Super Deal dengan maskapai Garuda Indonesia seharga Rp29 juta, berangkat dari Balikpapan. “Itu sudah PP, hotel dekat, dan semuanya jelas,” ujar Sulasih.
Transparansi sebagai Tameng
Harga murah kerap menjadi jebakan. Sulasih mengingatkan calon jamaah agar tidak tergoda tarif di bawah harga realistis.
“Kalau di bawah Rp20 juta tapi hotel bintang lima dan maskapai premium, harus dicek. Jangan sampai skema Ponzi,” katanya.
Ia menyarankan calon jamaah membandingkan harga tiket dan hotel secara daring. Transparansi, menurut dia, adalah perlindungan pertama.
Track record keberangkatan, testimoni jamaah lama, hingga kepastian visa juga menjadi indikator penting memilih biro perjalanan.
Pendaftaran Serba Digital
Perubahan zaman mendorong Amanina mengadopsi sistem digital. Calon jamaah dapat mendaftar melalui media sosial, situs web, atau WhatsApp.
Empat admin disiapkan di kantor pusat untuk menangani komunikasi. Di tiap perwakilan, minimal satu admin membantu pelayanan.
Pendaftaran cukup mengirimkan KTP dan uang muka sekitar Rp5 juta untuk mengamankan kursi. Pelunasan dilakukan 30 hari sebelum keberangkatan.
Koper dan perlengkapan bisa dikirim langsung ke rumah jamaah. “Ketemunya nanti di bandara,” kata Sulasih.
Manasik Daring dan Luring
Pembekalan ibadah atau manasik dilakukan secara fleksibel. Untuk rombongan besar, manasik digelar offline di daerah asal jamaah.
Untuk jumlah kecil, manasik dilakukan secara daring. Materi pembekalan juga tersedia di kanal YouTube Amanina.
Materi itu mencakup praktik wudu, tata cara salat di pesawat, penggunaan kain ihram, hingga simulasi tawaf.
Pendekatan ini disebut sebagai upaya agar jamaah merasa siap dan tenang sebelum berangkat.
Ribuan Jamaah dan Momentum Pascapandemi
Sepanjang 2025, Amanina mengklaim telah memberangkatkan ribuan jamaah.
Saat pandemi menghentikan perjalanan internasional, operasional sempat terhenti. Namun setelah pembatasan dicabut, mereka termasuk yang cepat kembali memberangkatkan jamaah.
“Begitu dibuka, kami langsung jalan lagi,” ujar Sulasih.
Ia menyebut momentum itu menjadi ujian sekaligus pembuktian daya tahan perusahaan.
Skema Nabung dan Pembiayaan Syariah
Selain sistem lunas sebelum berangkat, Amanina menawarkan program tabungan umrah berjangka.
Ada pula opsi pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah, termasuk kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia dan koperasi di sejumlah daerah.
Skema ini memungkinkan jamaah berangkat dengan dukungan pembiayaan pihak ketiga.
“Akadnya harus jelas dan syariah,” kata Sulasih, menegaskan pentingnya kepastian hukum dalam setiap transaksi.
Edukasi dan Harapan
Di tengah maraknya kasus umrah bermasalah, Amanina mengaku aktif melakukan edukasi ke pengajian dan komunitas.
Mereka menekankan pentingnya memilih travel berizin resmi dan memeriksa rekam jejak perusahaan.
Slogan yang diusung adalah “Umrah Mudah Penuh Berkah”. Sebuah janji sekaligus doa.
Bagi Sulasih, kepercayaan jamaah adalah amanah. “Uang itu harus kembali ke jamaah dalam bentuk layanan terbaik,” ujarnya.
Dari Sangatta untuk Indonesia
Berawal dari satu karyawan, kini Amanina memiliki belasan sumber daya manusia di pusat dan perwakilan.
Sangatta tetap menjadi titik mula dan pusat kendali. Dari kota kecil di Kalimantan Timur itu, jamaah diberangkatkan ke Makkah dan Madinah.
Di balik angka keberangkatan dan paket perjalanan, ada cerita tentang tabungan lima hingga sepuluh tahun yang akhirnya lunas di hadapan Ka’bah.
Amanina tumbuh dari komitmen sederhana, menghadirkan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan, sebuah janji yang terus diuji oleh waktu dan kepercayaan.
“Berawal dari satu karyawan di Sangatta, kmi tumbuh menjadi mitra perjalanan ibadah yang mengantarkan jamaah ke Tanah Suci dengan komitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan.” Pungkas sang owner
Penulis : Fadly
