PDIP Kaltim Rumuskan Arah Politik Menuju 2029, Konsolidasi Dipanaskan Jelang Konferda-Konfercab

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur mulai memanaskan mesin politik internal menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025. Persiapan itu dimulai melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Strategi Kolektif PDIP Kaltim Menuju Kemenangan 2029” yang digelar di Sekretariat DPD PDIP Kaltim pada Senin, 10 November 2025.
Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan forum tersebut menjadi tahap awal dalam merumuskan strategi jangka panjang partai menghadapi kontestasi Pemilu 2029. Ia menekankan bahwa konsolidasi kali ini tidak hanya menyangkut struktur organisasi, tetapi juga penyusunan sikap politik dan arah program yang akan dibawa ke Konferda dan Konfercab.
“Kegiatan ini merupakan tahap persiapan menuju pengambilan keputusan pada hari H nanti. Kami ingin memastikan PDIP Kaltim siap menghadapi tantangan politik ke depan,” kata Ananda
Ananda menyebut forum tersebut menjadi ruang kontribusi bagi seluruh pengurus DPD, DPC, hingga anggota fraksi PDIP dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Di forum itu, kader didorong menyampaikan ide, saran, maupun kritik yang konstruktif. Menurutnya, PDIP tidak ingin terjebak pada keyakinan merasa paling benar.
“Kami butuh kritik, butuh masukan agar kepengurusan ini makin kuat. PDIP ingin menyusun strategi berdasarkan realitas, bukan asumsi,” ujarnya.
FGD yang berlangsung dua hari tersebut juga menghadirkan akademisi, pengamat hukum, ekonomi, serta narasumber dari sektor pertanian, kehutanan, lingkungan hidup hingga BPJS. Kehadiran mereka dinilai penting untuk memperluas perspektif kader dalam membaca dinamika ekonomi dan politik mutakhir di Kaltim.
“PDIP tidak bisa berjalan sendiri. Masukan dari berbagai pihak membantu strategi kami lebih adaptif terhadap kondisi politik daerah,” ucap Ananda.
Selama diskusi, peserta menelaah peta kekuatan baru menjelang 2029, termasuk pergeseran preferensi pemilih, tantangan pembangunan daerah, dan sinkronisasi program partai menuju visi Generasi Emas 2045. Rekomendasi dari FGD ini, kata Ananda, akan menjadi bahan baku pembahasan di Konferda dan Konfercab
“Kami menindaklanjuti arahan DPP agar setiap daerah menyiapkan program pemenangan yang konkret dan terukur. Harapannya, hasil FGD ini dapat menjadi masukan penting bagi eksekutif di tingkat kabupaten maupun provinsi,” katanya.
DPD PDIP Kaltim menargetkan seluruh proses konsolidasi dapat rampung sebelum forum formal digelar pada Desember mendatang. “Kami ingin memastikan kesiapan penuh menuju 2029,” tukas Ananda. (MIFA)
