SAMARINDA, sudutkata.com – Persoalan lapangan kerja, ketahanan ekonomi, kerusakan lingkungan, hingga ancaman bencana menjadi sorotan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam diskusi bersama DPRD Kota Samarinda. Mahasiswa menilai sejumlah persoalan tersebut perlu mendapat perhatian di tengah perubahan pembangunan Kalimantan Timur, terutama setelah kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Diskusi yang melibatkan ratusan mahasiswa dan aktivis muda itu berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelantikan pengurus HMI Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul).
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie, hadir dalam forum tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang tidak hanya menjadikan agenda organisasi sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga membuka ruang pembahasan mengenai persoalan publik.
Menurut Novan, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan wakil rakyat untuk bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan pembangunan daerah. Isu yang dibicarakan mencakup sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
“Pembahasan tadi berkaitan dengan beberapa aspek, termasuk kebencanaan, ekonomi, lingkungan, dan ketenagakerjaan,” kata Novan saat ditemui di lokasi kegiatan.
Persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu isu yang mengemuka. Perkembangan Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga IKN dinilai membawa tantangan tersendiri bagi daerah, terutama dalam menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengambil bagian dalam perubahan ekonomi.
Selain itu, diskusi turut menyoroti kesiapan ekonomi daerah menghadapi dinamika pembangunan. Mahasiswa juga membicarakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Bagi Novan, keterlibatan mahasiswa dalam pembahasan persoalan tersebut penting untuk membangun komunikasi antara generasi muda dan lembaga legislatif. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat persoalan daerah dari sudut pandang yang berbeda.
Ia mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap ruang dialog yang dibangun kalangan mahasiswa.
“Ya, jadi memang hari ini kita menghadiri agenda diskusi dengan rekan-rekan HMI,” ujarnya.
Forum diskusi itu menjadi bagian dari rangkaian pelantikan pengurus HMI Komisariat FKIP Unmul Samarinda. Momentum pergantian kepengurusan organisasi tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mempertemukan mahasiswa dengan unsur legislatif.
Melalui forum semacam ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga terlibat dalam mengawal persoalan pembangunan, kebijakan publik, dan kesejahteraan masyarakat di Samarinda. (In)



