Kisah Perjuangan Mus Mulyadi Dirilis: Dari Anak Rantau hingga Nahkodai SMK Medika

Ikhtiar Anak Kampung Nyalakan ‘Obor Pendidikan’ di Kota Tepian

SAMARINDA, sudutkata – Sebuah buku biografi yang merangkum rekam jejak dan perjuangan hidup Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Medika Samarinda, Mus Mulyadi, akan diluncurkan ke publik pada Sabtu malam, 30 Mei 2026. Buku berjudul “Mus Mulyadi: Obor Pendidikan dari Timur: Kisah Inspiratif Anak Kampung” ini memotret fase getir kehidupan sang tokoh sebelum berhasil membangun salah satu SMK terbesar di Kalimantan Timur.

Filosofi Keras Anak Rantau
Mus Mulyadi menegaskan bahwa dirinya bertindak sebagai sumber utama yang menceritakan seluruh fase hidupnya secara personal. Buku pertama ini berfokus pada kilas balik masa kecil, masa sekolah (SD hingga SMA), hingga fase di mana ia harus menguras keringat kuliah sambil bekerja.

Salah satu babak paling emosional dalam buku ini adalah kisah ketika ia harus merantau ke Samarinda menggunakan kapal kayu setelah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya.

“Saya merantau naik kapal kayu selama empat hari empat malam hingga sampai ke Samarinda. Hidup seorang perantau itu, kalau tidak bekerja hari ini, maka dia akan kelaparan untuk esok hari. Itu yang menjadi filosofi dan moto hidup saya,” ujar Mus Mulyadi saat diwawancarai usai pelepasan siswa-siswi tahun ajaran 2025-20246 SMK Medika di Gor Segiri, Sabtu 30 Mei 2026.

Bagi Mus, kerja keras adalah harga mati bagi seorang perantau. Prinsip tersebut kemudian ia lengkapi dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan berkolaborasi dengan orang lain. Pijakan hidup inilah yang kemudian mengantarkannya sukses mencetak SMK Medika menjadi sekolah yang diperhitungkan di Kalimantan Timur.

Targetkan Remaja dan Kaum Muda

Peluncuran buku ini digelar secara meriah pada malam hari nanti, tepat sebelum penampilan vokalis Ruri (Repvblik) di atas panggung. Untuk cetakan perdana, pihak manajemen telah memproduksi sebanyak 150 eksemplar.

Mus memastikan seluruh legalitas formal buku ini, termasuk izin dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), telah rampung terpenuhi.

Meski ke depan akan dilempar ke masyarakat umum, Mus Mulyadi mengaku saat ini belum berorientasi pada aspek komersial atau penjualan massal. Target utamanya adalah menyebarkan virus motivasi.

“Saat ini belum terlalu dikomersialkan, hanya untuk dibaca karena ini bagian dari motivasi kita semua. Kita tahu tidak semua orang perantau itu berhasil. Kami ingin jejak-jejak kecil saya ini bisa menginspirasi semua orang, termasuk para remaja, calon muda, khususnya mereka yang sedang merantau di Kalimantan Timur,” katanya.

Buku “Obor Pendidikan dari Timur” ini barulah awal. Mus Mulyadi membocorkan bahwa ia tengah mempersiapkan buku kedua. Jika buku pertama menitikberatkan pada otobiografi dan perjuangan masa mudanya, maka buku kedua nanti akan mengupas tuntas dapur strategi, sejarah, dan dinamika di balik berdirinya SMK Medika Samarinda hingga mampu menjadi sekolah megah dan berprestasi seperti sekarang.

“Buku ini yang pertama, saya sedang mempersiapkan buku kedua. Jika yang pertama menitikberatkan pada otobiografi dan perjuangan masa muda, maka buku kedua nanti akan mengupas tuntas dapur strategi, sejarah, dan dinamika di balik berdirinya SMK Medika Samarinda,” pungkas Mus Mulyadi. (Mifa)