SAMARINDA, sudutkata.com – Warga Batu Besaung, Kecamatan Samarinda Utara, kembali mengadukan persoalan banjir dan keterbatasan akses jalan yang selama ini dinilai menghambat aktivitas masyarakat. Keluhan itu disampaikan langsung kepada Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Helmi Abdullah, dalam agenda silaturahmi sekaligus penyerahan proposal pembangunan pada Kamis, 23 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga menjelaskan bahwa kawasan Batu Besaung, khususnya wilayah D26, masih menjadi langganan banjir ketika curah hujan meningkat. Di sisi lain, kondisi jalan yang belum memadai dinilai memperburuk mobilitas warga, termasuk akses menuju permukiman.
Sebagai bentuk tindak lanjut, warga menyerahkan proposal yang berisi usulan penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur jalan. Mereka berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan program pembangunan.
Helmi Abdullah mengatakan proposal tersebut telah diterima secara resmi dan akan menjadi salah satu bahan yang diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
“Aspirasi masyarakat Batu Besaung sudah kami terima. Persoalan banjir dan pembangunan akses jalan menjadi kebutuhan yang harus diperhatikan. Usulan ini akan kami dorong agar dapat masuk dalam program penganggaran tahun 2027,” kata Helmi.
Menurut dia, keberadaan proposal resmi menjadi syarat penting agar usulan masyarakat dapat diproses dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Karena itu, DPRD akan mengawal setiap tahapan agar usulan tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata.
“Yang paling penting sekarang usulannya sudah tercatat secara resmi. Setelah masuk dalam perencanaan, kami akan mengawal proses penganggarannya. Ketika anggaran tersedia, pembangunan fisik bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, warga juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap upaya pengendalian banjir yang selama ini terus berulang. Mereka menilai penyelesaian persoalan tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak lagi terganggu saat musim hujan.
Helmi menegaskan DPRD berkomitmen menjaga agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Menurut dia, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian dari pembahasan prioritas pembangunan Kota Samarinda pada tahun anggaran mendatang. (In)






