SAMARINDA, sudutkata.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda mengusulkan pemisahan urusan pariwisata dan ekonomi kreatif dari bidang kepemudaan dan olahraga. Ketiga sektor yang kini berada dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dinilai membutuhkan perhatian dan anggaran yang lebih fokus.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan munculnya usulan tersebut. Menurut dia, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan pembiayaan yang lebih besar, terlebih pemerintah kota sedang mendorong pengembangan sejumlah destinasi wisata.
Iswandi mengatakan berdasarkan evaluasi Komisi II, target pendapatan dari sektor yang dikelola Disporapar pada 2026 sekitar Rp1,4 miliar. Hingga Juni, realisasinya telah melampaui Rp750 juta.
“Capaian sampai pertengahan tahun sebenarnya sudah melewati separuh target. Tapi bagi kami yang perlu dilihat bukan hanya capaian pendapatannya, melainkan seberapa besar dukungan anggaran untuk mengembangkan sektor pariwisata,” kata Iswandi, Senin.
Menurut dia, anggaran yang terbatas dapat membuat pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif tidak berjalan optimal. Padahal, Pemerintah Kota Samarinda tengah mengembangkan sejumlah program yang menghubungkan potensi wisata dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satunya Program Sinergitas Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif yang diarahkan untuk menghubungkan kawasan Kampung Tenun dengan sejumlah kawasan di Samarinda Seberang.
Iswandi menilai program tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai agar tidak berhenti sebagai program pengembangan kawasan semata.
“Kalau kita ingin pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, tentu harus ada dukungan yang sebanding. Program desa wisata dan ekonomi kreatif membutuhkan perencanaan serta anggaran yang cukup agar hasilnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, DPRD juga menyoroti pengelolaan aset olahraga milik pemerintah. Salah satunya proses serah terima sejumlah fasilitas olahraga dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Pemerintah Kota Samarinda yang hingga kini belum seluruhnya tuntas, termasuk Stadion Segiri.
Menurut Iswandi, beban kerja yang mencakup pariwisata, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan olahraga dalam satu OPD membuat masing-masing sektor berpotensi tidak mendapatkan perhatian secara maksimal.
Karena itu, Komisi II mendorong perubahan struktur organisasi dengan membentuk dua dinas. Urusan pariwisata dan ekonomi kreatif diusulkan berada dalam satu dinas, sementara kepemudaan dan olahraga ditangani OPD tersendiri.
“Kami melihat pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan fokus tersendiri. Begitu juga pemuda dan olahraga. Kalau dipisahkan, masing-masing dinas bisa lebih konsentrasi menyusun program, mengelola anggaran, dan mengejar targetnya,” kata Iswandi.
Sementara itu, Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengatakan target pendapatan yang dibebankan kepada dinasnya pada 2026 mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Hingga triwulan kedua, realisasi pendapatan telah lebih dari Rp750 juta.
Muslimin optimis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun. Sejumlah agenda pariwisata yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua tahun ini dinilai masih membuka peluang peningkatan pendapatan.
“Target itu masih realistis untuk dicapai. Kami masih memiliki sejumlah kegiatan sampai akhir tahun yang diharapkan bisa mendukung pencapaian target pendapatan,” kata Muslimin.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah, Disporapar juga mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sejumlah kegiatan dan potensi pariwisata.
Menurut Muslimin, pemerintah tidak harus menjadi satu-satunya pihak yang menjalankan seluruh kegiatan. Kolaborasi dengan pihak ketiga dinilai dapat menjadi alternatif untuk mengembangkan sektor pariwisata tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Tidak semua kegiatan harus dikerjakan pemerintah sendiri. Kami juga menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan sejumlah kegiatan. Saat ini sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minat untuk berkolaborasi,” tutup Muslimin. (In)






