DPRD Samarinda Perketat Pengawasan Dapur Program MBG, Celni Dorong Standar Kesehatan dan Dukung Seni Lokal

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Celni Pita Sari. (ft.sk)

SAMARINDA, sudutkata.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pada dapur-dapur penyedia makanan.

Hal tersebut disampaikannya kepada awak media saat dikonfirmasi terkait evaluasi program MBG dan pengawasan dapur. Celni mengungkapkan bahwa DPRD Kota Samarinda akan segera bersurat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda untuk melakukan inspeksi menyeluruh.

“Kita minta semua dapur dicek, tidak hanya yang sudah terdata. Kalau tidak memenuhi standar kesehatan dan pengelolaan limbah, sebaiknya ditutup sementara sampai dilengkapi,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan ini penting mengingat skala produksi makanan dalam program MBG cukup besar setiap harinya, sehingga aspek kebersihan, kesehatan, dan pengelolaan limbah harus benar-benar diperhatikan. Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha yang terlibat memiliki kompetensi yang memadai dalam pengolahan makanan massal.

Selain menyoroti program MBG, Celni juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengembangan seni dan budaya lokal. Ia mengaku siap menjadi donatur tetap bagi kelompok paduan suara Borneo Cantata Samarinda yang kerap tampil di ajang internasional.

“Mereka punya potensi membawa nama Samarinda dan Indonesia. Saya tertarik membantu agar mereka bisa terus berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Celni menilai sektor kebudayaan memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD). Ia mencontohkan pentingnya perawatan fasilitas budaya seperti museum dan rumah adat agar tidak terbengkalai, sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata.

Dengan langkah pengawasan yang lebih ketat serta dukungan terhadap sektor budaya, DPRD Kota Samarinda diharapkan mampu mendorong kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat identitas daerah melalui seni dan budaya lokal. (mifa)