KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Akses internet untuk menunjang kebutuhan administrasi pemerintahan desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini telah terpenuhi pada 139 desa dan dua kelurahan. Layanan tersebut terutama diarahkan untuk mendukung aktivitas administrasi di kantor desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan pemenuhan akses internet tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan pemerintahan di tingkat desa.
“Kalau bicara akses internet, untuk 139 desa dan dua kelurahan saat ini sudah terpenuhi. Namun, perlu dijelaskan bahwa akses tersebut berada di kantor desa dan kelurahan,” kata Ronny, saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, program tersebut sementara difokuskan pada kebutuhan administrasi pemerintahan, termasuk mendukung berbagai aktivitas yang membutuhkan konektivitas internet.
Kondisi tersebut mencakup wilayah Kutim yang memiliki 18 kecamatan, 139 desa, dua kelurahan, serta 11 desa persiapan dengan wilayah yang cukup luas.
Selain pemenuhan akses yang telah berjalan, Ronny menyebut dukungan program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk internet desa turut membantu penguatan konektivitas di daerah.
Ke depan, Diskominfo Staper Kutim juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan provider yang tersedia. Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni mengundang Telkomsel Group bersama Bupati Kutim untuk membahas pola kerja yang dapat diterapkan dalam penguatan jaringan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian program Merdeka Sinyal di Kutim.
“Yang kami coba adalah bagaimana menggunakan dan memanfaatkan provider yang ada. Salah satunya untuk membantu pencapaian program Merdeka Sinyal,” ujarnya.
Ronny menegaskan, penguatan konektivitas akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi yang ada. (adv/Kutim/Ra)



