Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
SUDUTKATA.COM
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
SUDUTKATA.COM
No Result
View All Result

Seno Aji Jenguk Keluarga Yazlyn, Desak Penindakan Pembakar Lahan

Redaksi by Redaksi
22 Oktober 2026
in Peristiwa
Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji bersama istrinya, Wahyu Hernaningsih Seno, saat  berkunjung ke keluarga Yazlyn Syanindita, bayi perempuan berusia 14 bulan asal Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. (Foto: Indra/sudutkata.com)

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji bersama istrinya, Wahyu Hernaningsih Seno, saat berkunjung ke keluarga Yazlyn Syanindita, bayi perempuan berusia 14 bulan asal Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. (Foto: Indra/sudutkata.com)

SAMARINDA, sudutkata.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji bersama istrinya, Wahyu Hernaningsih Seno, mengunjungi keluarga Yazlyn Syanindita, bayi perempuan berusia 14 bulan asal Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan secara pribadi untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kaltim akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Seno juga mengingatkan pentingnya penanganan kebakaran secara berkelanjutan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Dalam kunjungannya, Seno berbincang dengan ibunda Yazlyn, Sindy Jumatun, serta anggota keluarga lainnya.
Seno mengaku prihatin atas meninggalnya bayi tersebut.

Namun, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kabut asap menjadi penyebab kematian Yazlyn tanpa adanya penjelasan medis.

“Kami datang karena mendengar kabar ada warga Bukuan yang meninggal dunia, bayi berusia sekitar satu setengah tahun. Kami mencoba berkunjung ke keluarga untuk menyampaikan belasungkawa,” kata Seno. Saat diwawancarai beberapa awak media, Kamis (22/10/2026).

Ia menegaskan, penentuan penyebab kematian harus didasarkan pada pemeriksaan dan penjelasan tenaga medis, bukan asumsi.

“Kita bukan orang medis, jadi tidak boleh memberikan pernyataan apa pun terkait penyebabnya. Kita turut berduka dan mudah-mudahan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Di tengah kondisi kabut asap, Seno berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi asap yang menyelimuti Samarinda dan wilayah sekitarnya.

Menurut dia, penanganan karhutla membutuhkan upaya berkelanjutan karena api yang telah dipadamkan berpotensi kembali menyala setelah petugas meninggalkan lokasi.

Seno Aji Beserta Istri, Wahyu Hernaningsih Seno Pada Saat Wawancara Dengan Beberapa Awak Media, Kamis (22/10/2026). Foto: Indra/sudutkata.com

“Memang harus hujan supaya asapnya berkurang. Kita sudah berupaya menangani kebakaran dengan baik. Tetapi setelah padam, ketika petugas dan relawan pulang, terkadang api kembali menyala. Ini yang sering terjadi, sehingga penanganannya harus rutin,” jelasnya.

Seno mengungkapkan, ia telah merekomendasikan kepada pemerintah pusat agar status penanganan karhutla ditingkatkan. Saat ini, penanganan di daerah masih berada pada status siaga darurat.

Menurutnya, peningkatan status tersebut diperlukan agar dukungan pemerintah pusat, termasuk bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dapat diperkuat sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami sudah merekomendasikan ke pusat agar ada peningkatan status. Saat ini masih status siaga darurat. Kalau nanti bisa ditingkatkan, termasuk menjadi bencana nasional, tentu ada kemungkinan penambahan bantuan dari BNPB,” ungkapnya.

Seno masih memantau perkembangan situasi dalam satu hingga dua hari ke depan, termasuk respons BNPB terhadap usulan peningkatan status tersebut.

Ia menambahkan, dokumen pengajuan resmi masih disiapkan oleh Biro Hukum Pemprov Kaltim.

“Hari ini sedang dikonsep oleh Biro Hukum kita,” tambahnya.

Selain penanganan di lapangan, Seno menegaskan bahwa upaya mengatasi karhutla harus disertai penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.

Ia mengatakan, dirinya telah meminta Polda Kaltim menindaklanjuti dugaan pembakaran yang melibatkan perusahaan maupun masyarakat.

Menurut Seno, perusahaan yang telah diidentifikasi sebagai pihak yang diduga melakukan pembakaran harus diproses sesuai ketentuan hukum. Hal serupa berlaku bagi masyarakat yang sengaja membakar lahan untuk membuka area bercocok tanam dengan cara yang melanggar aturan.

“Kami sudah meminta Polda Kaltim untuk segera memproses perusahaan-perusahaan yang sudah diidentifikasi sebagai pembakar lahan. Masyarakat yang sengaja membakar lahan untuk bercocok tanam dengan cara yang salah juga harus ditindak sesuai hukum,” katanya.

Ia menegaskan, tindakan hukum harus didasarkan pada bukti dan keterlibatan pelaku yang dapat dibuktikan. Seno juga menyebut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan ditindak tegas.

“Kalau perusahaan sudah terbukti, tentu harus ditindak tegas. Ini juga sejalan dengan perintah Presiden agar perusahaan yang melakukan pembakaran lahan segera ditindak,” ujarnya.

Seno berharap penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga menyasar sumber kebakaran agar kejadian serupa tidak terus berulang dan masyarakat tidak kembali terdampak kabut asap.

“Kita tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Karhutla merugikan banyak pihak. Karena itu, orang-orang yang membakar lahan harus sadar bahwa perbuatannya bisa berdampak luas kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Sindy Jumatun menceritakan bahwa Yazlyn sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia. Pada malam kejadian, anaknya baru pulang setelah menjalani kontrol kesehatan.

Sindy mengatakan, kabut asap di lingkungan tempat tinggalnya saat itu cukup terasa. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan apakah paparan asap menjadi penyebab langsung memburuknya kondisi kesehatan anaknya.

Dalam rangkaian pemeriksaan tersebut, Yazlyn sempat dibawa dari poliklinik ke instalasi gawat darurat (IGD). Namun, menurut Sindy, keluarga sempat mendapat arahan untuk menjalani rawat jalan sebelum kembali membawa anaknya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Awalnya dari poli, kemudian disuruh ke IGD. Dari IGD disuruh rawat jalan, lalu kembali lagi. Jadi sempat dua kali bolak-balik sebelum akhirnya masuk ruang rawat,” tuturnya.

Kondisi Yazlyn kemudian memburuk saat berada di ruang rawat inap. Bayi tersebut sempat mengalami henti napas dan mendapat tindakan pertolongan dari dokter sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif anak atau pediatric intensive care unit (PICU).

“Di ruang rawat inap itu sempat hilang napasnya. Dokter melakukan pompa jantung, sempat ada respons, tetapi kondisinya lemah. Setelah itu baru dibawa ke ruang PICU,” ungkap Sindy.

Menurut Sindy, Yazlyn tidak lama berada di ruang PICU sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia sekaligus meluruskan informasi yang beredar bahwa anaknya sempat menjalani perawatan selama satu malam di ruang tersebut.

Meski kehilangan buah hati, Sindy berusaha menerima kepergian Yazlyn sebagai takdir Tuhan. Ia mengaku tidak ingin terus-menerus menyalahkan diri sendiri dengan memikirkan kemungkinan lain yang mungkin terjadi.

“Kalau saya terus berpikir seandainya anak saya lebih cepat ditangani, itu justru akan menimbulkan rasa bersalah pada diri saya sendiri. Jadi, saya menganggap ini takdir dari Yang Maha Kuasa,” katanya.

Sindy juga mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak ketika kabut asap melanda. Ia mengatakan Yazlyn sudah menggunakan masker, tetapi hal tersebut tidak membuatnya dapat memastikan bahwa paparan asap tidak berdampak pada kesehatan anaknya.

Kasus meninggalnya Yazlyn menjadi perhatian di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah di Kaltim.

Meski demikian, penyebab pasti kematian bayi tersebut tetap memerlukan penjelasan medis agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terverifikasi.

Penulis: Indra Susanto

Dibaca 3,212
Tags: KARHUTLAHKORBAN KARHUTLAH
Previous Post

Prayunita Cup Digelar Bermodal Kocek Pribadi

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Layanan Iklan Hubungi: +62 896 5288 8884 Email: inisudutkata@gmail.com

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In