Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
SUDUTKATA.COM
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
SUDUTKATA.COM
No Result
View All Result

BPBD Kaltim Catat Tren Penurunan Kebakaran Hutan dan Lahan, Masyarakat Diimbau Hentikan Pembakaran

Redaksi by Redaksi
19 Oktober 2026
in KALTIM
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, S.T., M.M., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur. (Foto: Indra/sudutkata.com)

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, S.T., M.M., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur. (Foto: Indra/sudutkata.com)

Samarinda, sudutkata.com, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur mencatat adanya tren penurunan laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah munculnya titik api baru serta mengurangi dampak kabut asap.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, S.T., M.M., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (19/10/2026).

Buyung menjelaskan, penurunan juga terlihat dari laporan kejadian kebakaran di sejumlah daerah. Pada periode 16–18 Oktober 2026, beberapa wilayah, seperti Balikpapan, Berau, Bontang, dan Kutai Barat, tidak melaporkan kejadian kebakaran baru kepada BPBD provinsi.

Sementara itu, di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), laporan kebakaran terakhir tercatat pada 16 Oktober 2026. Dalam dua hari berikutnya, belum ada laporan baru yang masuk.

“Memang ada kecenderungan penurunan, terutama di wilayah utara. Mudah-mudahan kondisi ini terus membaik,” ujar Buyung.

Ia menegaskan, data titik panas atau hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Titik panas merupakan hasil pembacaan anomali suhu permukaan bumi melalui pengamatan satelit sehingga tetap memerlukan verifikasi di lapangan.

Karena itu, penanganan karhutla tidak hanya mengacu pada jumlah titik panas yang terpantau, tetapi juga pada hasil pemeriksaan dan laporan kejadian dari masing-masing daerah.

Meski laporan kebakaran mulai berkurang, Buyung menyebut kabut asap yang berasal dari kebakaran sebelumnya masih berpotensi bertahan di atmosfer. Hujan yang turun di beberapa wilayah belum tentu langsung menghilangkan kabut asap secara menyeluruh.

Menurutnya, proses berkurangnya kabut asap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kepadatan asap di atmosfer serta kondisi cuaca. Hujan yang berlangsung secara merata dan berkelanjutan diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap.

Ia juga menyinggung bahwa berdasarkan pemantauan yang disebutkannya, sejumlah kawasan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, hingga wilayah sekitar pesisir Kalimantan masih menunjukkan kondisi asap yang cukup pekat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran, tetapi juga berpotensi meluas hingga ke kawasan lain.

Menanggapi desakan agar bencana kabut asap dan karhutla ditingkatkan menjadi status bencana nasional, Buyung menyatakan bahwa penetapan status tersebut bukan merupakan kewenangan BPBD provinsi untuk diputuskan sendiri.

Ia menegaskan, jajaran BPBD bersama petugas di daerah terus melakukan penanganan terhadap kejadian kebakaran yang dilaporkan.

Menurut Buyung, proses pemadaman di lapangan memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika titik api berada di tengah kawasan hutan yang sulit dijangkau. Petugas harus menembus medan terlebih dahulu untuk mencapai lokasi kebakaran.

Selain itu, bara api yang masih tersisa dan sulit terdeteksi berpotensi memicu kebakaran kembali, meskipun api sebelumnya telah berhasil dipadamkan.

“Setiap ada kebakaran karhutla, kami datang dan melakukan penanganan. Namun, kondisi di lapangan berbeda-beda, terutama jika lokasi kebakaran berada di tengah hutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kemunculan titik api baru tidak selalu berarti penanganan sebelumnya tidak berjalan maksimal. Dalam sejumlah kondisi, api dapat kembali menyala akibat bara yang belum sepenuhnya padam atau munculnya kebakaran di lokasi berbeda.

Di tengah kecenderungan penurunan kejadian kebakaran, Buyung kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, terutama selama kondisi kabut asap masih berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

BPBD Kaltim juga mengajak tokoh masyarakat dan berbagai pihak untuk ikut menyampaikan imbauan pencegahan karhutla kepada warga di wilayah masing-masing.

Menurutnya, upaya pemadaman harus diimbangi dengan pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan kondisi udara dapat segera membaik.

“Sudah cukup asap yang kita rasakan. Mudah-mudahan kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk berhenti membakar lahan dan mulai bersiap menghadapi musim hujan,” pungkasnya.

BPBD Kaltim berharap penurunan laporan kebakaran dapat terus berlanjut sehingga risiko karhutla dan dampak kabut asap terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas masyarakat dapat diminimalkan. (IN)

Dibaca 3,213
Tags: BPBD KALTIM
Previous Post

DPRD Samarinda Desak Lubang Bekas Tambang Diamankan Usai Anak Tewas

Next Post

Amanina Travel Klaim Perjalanan Umrah ke Madinah Lancar di Tengah Konflik

Next Post
Amanina Travel Klaim Perjalanan Umrah ke Madinah Lancar di Tengah Konflik

Amanina Travel Klaim Perjalanan Umrah ke Madinah Lancar di Tengah Konflik

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Layanan Iklan Hubungi: +62 896 5288 8884 Email: inisudutkata@gmail.com

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In