KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur mencatat 145 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 27 September 2026. Dari sejumlah wilayah yang terdampak, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan menjadi kecamatan dengan kejadian karhutla yang cukup banyak.
Kepala Pelaksana BPBD Kutim, Sulastin, mengatakan data tersebut merupakan rekapitulasi jumlah kejadian karhutla yang ditangani hingga periode tersebut.
“Kalau kita melihat sih total kejadian ini ada, ini kan direkap per jumlah kejadiannya, ada 145 kejadian sudah sejauh ini,” kata Sulastin, Senin (28/9/26).
Menurutnya, sejumlah kejadian tercatat berulang di lokasi yang sebelumnya telah ditangani. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena titik kebakaran dapat kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam.
“Terbanyak, Sangatta Utara, Sangatta Selatan, yang terbanyak itu. Yang berulang-ulang,” ujarnya.
Sulastin menjelaskan, kejadian berulang juga dapat muncul pada waktu tertentu, termasuk ketika petugas sedang beristirahat. Situasi tersebut membuat penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.
BPBD Kutim terus melakukan pemantauan dan penanganan bersama instansi terkait, pemerintah kecamatan, perusahaan serta unsur masyarakat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan ketika kembali ditemukan titik api.
Selain penanganan, Sulastin meminta masyarakat ikut menjaga lingkungan masing-masing dari potensi kebakaran, terutama dengan menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu meluasnya api.
“Jadi masyarakat tuh jangan memanfaatkan momen ini. Tolong kerja sama yang baik kita semua,” tegasnya.
Dengan 145 kejadian yang tercatat hingga 27 September, pola kebakaran berulang di sejumlah wilayah menjadi bagian yang terus dipantau BPBD Kutim dalam penanganan karhutla. (adv/Kutim/Ra)



