KUTAI TIMUR, sudutakata.com – Mata elektronik kini ikut mengawasi lingkungan permukiman di Desa Sangatta Utara. Pemanfaatan program bantuan Rukun Tetangga (RT) dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menghadirkan kamera pengawas atau CCTV sebagai sarana pendukung warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Program bantuan tersebut dialokasikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp250 juta per RT setiap tahun. Anggaran tidak diserahkan secara tunai kepada pengurus RT, tetapi dikelola pemerintah desa atau kelurahan melalui kegiatan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat. Proses pencairannya dilakukan secara bertahap dalam dua tahap.
Kepala Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Mulyanti mengatakan fasilitas keamanan menjadi salah satu kebutuhan yang dapat dipenuhi melalui pemanfaatan program di tingkat RT. Keberadaan CCTV menurutnya memberikan fasilitas tambahan bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap lingkungan tempat tinggal.
“Pemanfaatan dana desa ini luar biasa masyarakat punya CCTV untuk keamanan. Jadi sangat bermanfaat,” kata Mulyanti saat berada di Gang Durian RT 06, Desa Sangatta Utara, Minggu (20/9/2026).
Mulyanti menilai pemasangan CCTV memperlihatkan bahwa program berbasis RT dapat menyentuh kebutuhan keamanan masyarakat secara langsung. Kamera pengawas dapat digunakan untuk membantu memantau aktivitas di sekitar kawasan permukiman, terutama pada titik-titik yang dinilai membutuhkan pengawasan.
Menurutnya, keamanan lingkungan merupakan kepentingan bersama. Kehadiran fasilitas pendukung seperti CCTV tidak menggantikan peran masyarakat, tetapi dapat membantu warga dalam melakukan pemantauan terhadap situasi di sekitar tempat tinggal mereka.
“Sarana tersebut dapat mendukung upaya masyarakat menjaga keamanan secara bersama-sama, terutama dalam memantau aktivitas di sekitar kawasan permukiman,” tutur Mulyanti.
Menurutnya, CCTV ini di letakkan di perrempatan maupun di pertigaan gang.
“Ya dipasang di pertigaan dan perempatan jalan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan setiap RT tidak selalu seragam. Ada lingkungan yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur, sementara lingkungan lainnya dapat melihat sarana keamanan sebagai kebutuhan yang perlu didahulukan. Kondisi tersebut membuat keterlibatan masyarakat penting dalam menentukan pemanfaatan program.
Menurut Mulyanti, pendekatan berdasarkan kebutuhan lingkungan juga membuat program lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Pengadaan CCTV merupakan salah satu contoh ketika anggaran diterjemahkan menjadi fasilitas yang memiliki fungsi langsung bagi warga.
“Ya, saat musdes mereka mengusulkan kebutuhan yang sangat penting di desa masing-masing,” tutupnya. (TA/ADV/Kutim).



