KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoperasikan posko khusus sejak 4 September 2026. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat beristirahat bagi petugas yang melakukan pemantauan dan pemadaman di lapangan.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengatakan pembentukan posko tersebut merupakan bagian dari penanganan karhutla di Kabupaten Kutai Timur.
Awalnya, kata dia, posko Kecamatan Sangatta Utara bergabung dengan posko lain. Namun, pertimbangan jarak dan kebutuhan koordinasi petugas di lapangan mendorong pembentukan posko tersendiri di Sangatta Utara.
“Karena koordinasi mungkin kejauhan untuk teman-teman yang dari lapangan, maka dibentuklah Posko Sangatta Utara,” kata Hasdiah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026) Kemaren.
Posko tersebut memberikan pelayanan kepada personel yang bertugas melakukan pemadaman maupun pemantauan titik api di seluruh wilayah Kecamatan Sangatta Utara.
Selain menjadi tempat koordinasi, posko juga dimanfaatkan petugas untuk beristirahat setelah menjalankan tugas di lapangan.
Sejak posko beroperasi, petugas telah menangani sejumlah titik kebakaran. Beberapa lokasi bahkan mengalami kejadian berulang.
Hasdiah menyebut titik yang cukup sering muncul antara lain kawasan sekitar PLN, Kenyamukan, Jalan Pendidikan di belakang SMA, serta kawasan belakang Masjid Agung Al-Faruq.
“Kalau titik-titiknya hampir rata-rata di situ-situ saja, tetapi berkali-kali,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemantauan harus terus dilakukan meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Pemerintah kecamatan bersama unsur terkait pun terus melakukan koordinasi agar kemunculan kembali titik api dapat segera ditangani sebelum meluas. (TA/ADV/KUTIM).



